Penanganan Darurat Pasca Erupsi Semeru: Kementerian PU Percepat Normalisasi Alur Sungai di Hulu dan Hilir
Senin, 08 Des 2025, 14:52 WIBJAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terus mengakselerasi penanganan darurat untuk mengurangi risiko lanjutan pasca erupsi Gunung Semeru, khususnya potensi banjir lahar dan aliran material vulkanik yang dapat mengancam permukiman warga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. âKami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,â kata Menteri Dody di Jakarta, Senin (8/12)
Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor mengatakan, untuk penanganan darurat di lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah menurunkan alat berupa 4 unit excavator, 2 unit wheel loader dan 1 unit bulldoze. Penanganan darurat dilakukan dengan melakukan normalisasi alur Sungai, baik di bagian hulu maupun hilir.
" Bagian hulu difokuskan untuk membuka jalur aliran baru guna mengurangi tekanan aliran material dari arah gunung dengan pembuatan sudetan alur sungai dengan spesifikasi lebar ±10 meter dan tinggi tanggul 8 meter sepanjang 500 meter," hingga hari ini, sekitar 200 meter sodetan dari arah hulu telah berhasil dibuka," terang Muhammad Noor.
Menurut Mohammad Noor, di bagian hulu juga dilakukan peninggian tangkis sepanjang ±100 meter telah selesai dilaksanakan untuk memperkuat perlindungan alur sungai," langkah-langkah ini bertujuan mengarahkan aliran material vulkanik ke jalur yang lebih aman dan mengurangi potensi limpasan ke area rawan," kata Noor.
Sedangkan Untuk penanganan bagian Hilir difokuskan kepada perlindungan permukiman penduduk dengan melakukan penutupan alur sungai di lokasi dekat permukiman warga," penutupan alur sungai telah 100% selesai, dengan pembangunan tanggul setinggi 4 meter sepanjang 500 meter," terang Noor.
"Pada bagian hilir juga dilakukan pekerjaan peninggian tanggul existing, pembangunan tanggul baru, serta pembukaan alur sungai terus dilakukan agar aliran tidak mengarah ke permukiman dan risiko banjir dapat ditekan," tambah Noor.
Terus Dievaluasi
Muhammad Noor menambahkan, Kementerian PU memastikan seluruh kegiatan di lapangan terus dipantau dan dievaluasi agar penanganan darurat dapat berjalan cepat, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan kondisi alam.
âKami memprioritaskan keselamatan masyarakat. Penanganan di hulu dan hilir dilakukan paralel agar aliran sungai terkendali dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,â tandas Noor.
Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa TimurâBali menurunkan sebanyak 2 unit excavator untuk mendukung pekerjaan untuk pembersihan di sepanjang Jembatan Besuk Kobokan.
Kementerian PU akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat pasca erupsi berjalan optimal hingga masa pemulihan.
- Kementerian PU
- Erupsi Semeru
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Gas Pol! PU Bangun Jembatan Bailey 90 Meter Demi Sekolah Rakyat Brebes
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
-
Tahan Gempa dan Angin Kencang! Ini Spesifikasi Canggih SPPG Kementerian PU di Babel
-
Jalan, Irigasi, Sekolah Rakyat Dikebut: Kementerian PU Kawal Ketat Program Prioritas Presiden
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.