Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PU Siapkan Jalan Alternatif Padang–Bukittinggi, Kurangi Beban Lembah Anai

📅 Senin, 08 Des 2025, 22:10 WIB | Oleh:
Kementerian PU Siapkan Jalan Alternatif Padang–Bukittinggi, Kurangi Beban Lembah Anai Doc: Antara Foto
Ket. Pengendara melintas di Jalan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Kementerian PU berencana membangun jalan alternatif pascajalan nasional Lembah Anai terputus akibat bencana alam.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembangunan jalan alternatif jangka panjang untuk penghubung jalur Padang-Bukittinggi guna mengurangi beban pada area Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang selama ini merupakan akses utama penghubung kedua daerah.

"Kami sempat diskusi awal bahwa harus membuat beberapa alternatif jalan," kata Menteri PU Dody Hanggodo, di Kabupaten Tanah Datar, Senin.

Hal tersebut mengingat jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai tersebut telah mengalami dua kali kerusakan berat, atau putus total dalam kurun waktu dua tahun terakhir, tepatnya akibat banjir bandang pada Mei 2024 dan November 2025.

Dody mengatakan pada dasarnya dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian PU telah merencanakan untuk percepatan pembangunan jalan tol, yakni dari Padang-Sicincin menuju Padang Panjang hingga Bukittinggi.

Namun masalah terbesarnya, ujar dia, dalam pembangunan tersebut harus ada tunnel atau terowongan yang menembus bukit yang cukup tinggi di kawasan sekitar Lembah Anai.

"Tapi, kalau tadi saya lihat di situ ada jalan kereta api. Jadi menurut saya itu masih bisa dikejarkan," kata dia lagi.

Selain itu, alternatif lainnya juga perlu dibangun flyover di sekitar air terjun Lembah Anai sebab kondisi airnya yang seringkali melimpah hingga ke jalan saat musim penghujan.

"Kami berpikir untuk membuat flyover, tapi itu kita baru pikiran awal ya, pasti harus ada proses," ujarnya pula.

Namun, ia memastikan pihaknya akan berupaya secepatnya baik itu dalam feasibility study, Detail Engineering Design (DED), dan sebagainya, sehingga pengerjaan fisik dapat dilakukan 2026 sebab kondisi cuaca tidak akan pernah bisa ditebak atau mungkin saja memburuk.

"DED untuk flyover sebetulnya sudah ada, tapi itu DED lama yakni 2015, jadi mesti kita update sembari kita bicara dengan teman-teman di daerah terkait masalah lahannya. Karena, lahan itu sebenarnya punya ulayat sehingga nanti perlu diskusi yang terpisah," katanya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menambahkan dalam pembangunan tol ruas Sicincin-Bukittinggi nantinya akan dibangun terowongan sebelum Malibo Anai dimana titik keluarnya ialah di Padang Panjang.

"Jadi kalau seandainya jalur via Lembah Anai kena longsor, ada tol. Nantinya akan ada tol itu yang berada di dalam bukit atau dibuat terowongan sepanjang sekitar 3,5 kilometer," kata dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.