Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Nataru 2026, Pemprov DKI Desak Pasar Murah Diperbanyak 

📅 Minggu, 07 Des 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Jelang Nataru 2026, Pemprov DKI Desak Pasar Murah Diperbanyak  Doc: DPRD DKI Jakarta

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah lebih banyak titik pasar murah menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Ia menilai langkah ini penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tanpa terbebani lonjakan harga saat momentum liburan.

Wahyu menegaskan bahwa kegiatan pasar murah tidak boleh sekadar menjadi acara rutinitas tahunan tanpa dampak nyata. Ia menilai bahwa program tersebut harus tepat sasaran serta diperbanyak titik penyelenggaraannya agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Pasar murah jangan sekedar rutinitas atau seremonial, tapi harus tepat sasaran dan diperbanyak titiknya," ujar Wahyu, Kamis (4/12).

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah seharusnya memprioritaskan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, lokasi-lokasi seperti rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan kawasan pemukiman padat penduduk adalah titik yang paling relevan untuk ditempatkan sebagai pusat penyelenggaraan pasar murah.

"Tujuan pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhannya dengan lebih terjangkau," kata Wahyu.

Selain soal lokasi, ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan stok produk di pasar murah. Wahyu menilai bahwa peningkatan permintaan menjelang Nataru harus diantisipasi dengan penambahan stok yang memadai agar masyarakat tidak kehabisan barang kebutuhan pokok saat datang ke lokasi.

Wahyu pun meminta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta untuk memastikan suplai barang tetap aman dan mencukupi. Ia menyampaikan bahwa setiap tahun permintaan kebutuhan pokok selalu meningkat, sehingga penguatan stok menjadi proses penting dalam penyelenggaraan pasar murah.

"Biasanya permintaannya pasti banyak," ucap Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah tahun ini dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administrasi. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Desember 2025.

Ratu menjelaskan bahwa pasar murah merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan komoditas pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Nataru. Program ini juga dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terkena kenaikan harga.

"Menyalurkan berbagai komoditas bahan pokok di bawah harga pasar untuk masyarakat yang berada di kantong-kantong kemiskinan atau wilayah organisasi padat penduduk," tandas Ratu.

Ia menambahkan bahwa pasar murah tidak hanya menyasar wilayah permukiman padat, tetapi juga daerah-daerah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi.

"Termasuk bantaran sungai atau pinggiran rel kereta api, serta memastikan tingkat permintaan kebutuhan pokok tetap terpenuhi," pungkas Ratu.

Program pasar murah diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada stabilitas harga pangan selama periode liburan akhir tahun. Dengan memperbanyak titik penyelenggaraan, Pemprov DKI diharapkan dapat memberikan akses lebih merata bagi warga yang membutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.