Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Kian Moncer di Pasar Global: Business Matching Kemendag Tembus Rp2,23 Triliun!

24 Jumat, 05 Des 2025, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Kian Moncer di Pasar Global: Business Matching Kemendag Tembus Rp2,23 Triliun! UMKM Kian Moncer di Pasar Global: Business Matching Kemendag Tembus Rp2,23 Triliun! Doc: ANTARA/HO-Kemendag
Ket. Paviliun UMKM BISA Ekspor merupakan salah satu terobosan yang hadir pada Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 15—19 Oktober 2025.

JAKARTA – Mendorong ekspor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) penting untuk memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi ketergantungan pada permintaan domestik yang kerap fluktuatif.

Akses ke pasar global juga memaksa UMKM meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, serta kepatuhan standar internasional—yang pada akhirnya memperkuat daya saing nasional.

Dalam konteks ekonomi Indonesia, peningkatan ekspor UMKM dapat memperluas basis pelaku ekspor, memperbaiki neraca perdagangan, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bernilai tambah.

Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, logistik, dan diplomasi dagang yang terarah, UMKM dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekspor nonmigas.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat transaksi kegiatan penjajakan bisnis (business matching) program UMKM Bisa Ekspor mencapai 134,40 juta dolar AS atau setara Rp2,23 triliun untuk periode Januari-November 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan capaian hingga November 2025 mengonfirmasi peningkatan aktivitas dan efektivitas business matching dalam membuka akses pasar internasional bagi UMKM.

"Kinerja business matching hingga November 2025 sangat menggembirakan. Nilai transaksi 134,40 juta dolar AS mencerminkan tingginya minat buyers terhadap produk UMKM Indonesia. Kami terus memperkuat kurasi, pendampingan, dan promosi agar UMKM siap merambah pasar global," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (5/12).

Nilai transaksi tersebut, terdiri atas purchase order (PO) 57,45 juta dolar AS dan potensi transaksi 76,95 juta dolar AS.

Sejak Januari hingga November 2025, telah terlaksana 581 kegiatan business matching. Kegiatan ini terdiri atas 377 sesi pitching dan 204 pertemuan dengan buyers.

Dengan hasil positif hingga November, Kemendag optimistis bahwa capaian business matching pada 2025 akan melampaui target dan memperkokoh peran UMKM Indonesia dalam ekspor nonmigas.

Budi menegaskan, penguatan kolaborasi pemerintah, pembina UMKM, dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas ekspor UMKM.

Sementara itu, nilai transaksi penjajakan bisnis pada November 2025 mencapai 4,23 juta dolar AS. Nilai ini berupa PO senilai 462.435 dolar AS dan potensi transaksi senilai 3,77 juta dolar AS.

Korea Selatan dan Singapura menjadi dua negara dengan minat tinggi, termasuk untuk pembelian produk makanan olahan dan fesyen dari rangkaian Jakarta Muslim Fashion Week 2026.

"Pantauan kami, minat buyers pada November 2025 didominasi produk olahan boga bahari, perikanan, rempah, kerajinan, kopi, furnitur, serta aneka makanan dan minuman olahan," paparnya.

Tercatat ada 39 kegiatan business matching yang terdiri atas 29 sesi pitching dan 10 pertemuan buyers. Sebanyak 92 UMKM aktif berpartisipasi selama November 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...
Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.