Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Shenzhen dalam 24 Jam Pertama, Kesan Kota yang Memproduksi Masa Depan

📅 Jumat, 05 Des 2025, 05:47 WIB | Oleh:

Desa Hakka yang berusia hampir 300 tahun itu direvitalisasi dengan menyulap rumah-rumah lama menjadi ruang pertunjukan drama, tempat pertukaran budaya, dan berbagai kegiatan seni. Tempat ini memadukan arsitektur tradisional Hakka dengan elemen teater kontemporer untuk menghidupkan kembali desa kuno tersebut.

Ini adalah sebuah kontras ketika suatu wilayah di satu sisi mendeklarasikan diri sebagai markas hi-tech geek. Namun, di sisi lain kebudayaan leluhur tetap dilestarikan sebagai gaya hidup.

Saat berkunjung ke Dramaville nuansa Shenzhen seperti mendadak berubah drastis. Memperlihatkan jika Shenzhen adalah simfoni logam dan algoritma, maka Dramaville adalah ruang teater yang menyulap sejarah menjadi pengalaman imersif.

Arsitekturnya menyodorkan fantasi visual. Namun, di balik itu tersimpan pesan penting: modernitas tidak harus memutus hubungan dengan budaya, tetapi bisa mengemasnya ulang agar relevan.

Pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi untuk mengalami skenario visual yang menghidupkan kembali cerita lama dengan bahasa urban yang baru.

Dalam obrolan pengelola Dramaville, Sarah, manajemen menekankan bahwa inti dari desa drama ini adalah partisipasi.

“Kami ingin pengunjung memahami bahwa budaya dapat ditafsirkan ulang tanpa kehilangan makna,” ujar Saran.

Ini mengisyaratkan bahwa inovasi kultural juga memerlukan keberanian untuk bereksperimen, sama seperti inovasi teknologi.

Sisi lain Shenzhen menyajikan Bay Area Intelligent Connected Test Site, salah satu instalasi paling ambisius dalam sistem transportasi masa depan atau yang lebih dikenal sebagai IC Valley.

Tempat ini menjadi bagian kunci dari Zona Demonstrasi Pengujian Transportasi Cerdas Terkoneksi Shenzhen, berlokasi di Subdistrik Shijing, Pingshan. Dengan total investasi sebesar 800 juta yuan, kawasan uji ini mencakup area seluas 43 hektare.

Kawasan uji berfokus pada teknologi intelligent connected vehicles (ICV) yang berada di garis terdepan, serta menyediakan arena pengujian dan layanan peralatan untuk mendukung uji perizinan Shenzhen, manajemen autonomous driving Pingshan, dan berbagai acara industri besar.

Untuk new energy vehicles (NEV) dan ICV, kawasan ini dibagi menjadi enam area sesuai kebutuhan pengujian ICV, yakni area uji kecepatan tinggi, area advanced driver assistance systems, area uji khusus, area uji perkotaan, area uji fleksibel, area uji tanjakan, dan area uji parkir perkotaan. Peralatan uji untuk kendaraan setir kanan juga dipasang untuk mendorong kolaborasi antara proyek-proyek Shenzhen dan Hong Kong.

Dengan berbagai fasilitas yang dikembangkan itu, menjadikan tempat ini ibarat laboratorium publik raksasa. Jalan, marka, kamera, sensor, kendaraan, dan server bekerja sebagai satu kesatuan. Di sini, kendaraan bukan lagi objek pasif, tetapi entitas yang saling berkomunikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.