Gubernur: Jumat Ini Puncak Banjir Rob

Jumat, 05 Des 2025, 03:47 WIB

JAKARTA – Warga Jakarta, utamanya, di pesisir diminta bersiaga penuh karena Jumat (5/12) pagi ini puncak banjir rob Jakarta. “Ini berdasarkan informasi BMKG,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Kamis (4/12). Gubernur menyatakan bahwa informasi ini sudah diterima dua hari lalu. Dia juga telah menyampaikan ke warga bahwa banjir rob akan terjadi. Kemarin sudah terjadi rob, dan puncaknya hariJumat ini.

Menurutnya, ancaman banjir tidak berhenti sampai 5 atau 6 Desember saja. Gelombang rob berikutnya juga berpotensi muncul pada pekan ke-3 Desember. Sedangkan puncak curah hujan tinggi diperkirakan terjadi Januari 2026. Sebagai langkah mitigasi, Pramono telah minta agar dilakukan modifikasi cuaca.

Ket. Foto: Pengguna jalan melintasi banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Rabu (3/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi banjir rob akan terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta hingga 10 Desember yang disebabkan fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan purnama. — Sumber: ANTARA/Muhammad Rizky Febriansyah

Dia juga minta jajaran terkait, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera mempersiapkan langkah-langkah mitigasi. Salah satunya dengan menyiagakan sekitar 600 pompa air yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.

“Ini terutama tempat-tempat yang kita sudah prediksi banjir rob. Salah satunya Muara Angke dan Marunda,” ujar Pramono. Dia menegaskan, risiko banjir rob dan curah hujan ekstrem harus dihadapi dengan kesiapan maksimal dari pemerintah maupun masyarakat. Dia pun berharap langkah mitigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jakarta dapat mengurangi dampak yang dirasakan warga pesisir. 

MenurutKepala Pusat Data dan Informas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat tiga RT di kawasan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terendam banjir rob Kamis kemarin. “Genangan airdi tiga RT tersebut mencapai 50 sentimeter,” jelas Yohan.

Ruas Jalan RE Martadinata di Tanjung Priok juga terendam banjir. Menurut Yohan, ketinggian banjir di ruas jalan itu mencapai 40 sentimeter dan hanya dapat dilalui kendaraan roda empat. Kemudian, di Kabupaten Kepulauan Seribu, terdapat 13 RT yang terendam banjir rob hingga Kamis siang. Sebanyak 10 RT di antaranya, ada di Kelurahan Pulau Harapan dengan ketinggian air 10 sentimeter.

BPBD Jakarta mengerahkan sejumlah personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Peringatan Dini

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) pada tanggal 1-10 Desember. Ini terkait fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fenomena fase bulan purnama dan perigee (supermoon). 

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. 

Selain Jl Martadinata, ruas jalan Magit dan Elbok, Kelurahan Pulau Untung Jawa juga diterjang rob 15 sentimeter. Kemudian, jalan depan Puskesmas dan samping lapangan futsal, Kelurahan Pulau Untung Jawa, dengan ketinggian air 10 sentimeter. wid/Ant/G-1

  • banjir rob

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.