Banjir Rob Direncanakan Ditangani Jangka Panjang. Kok Baru Sekarang, Banjir Sudah Bertahun-tahun
📅 Jumat, 05 Des 2025, 20:22 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Cukup mengherankan, banjir rob di Jakarta sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi menurut Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Heria Suwandi baru sekarang Pemerintah Provinsi Jakarta akan menyusun skema jangka panjang penanganan banjir rob di wilayah Jakarta Utara.
“Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA akan mengundang berbagai stakeholder terkait seperti Pelindo, Pelabuhan Nizam Zachman, Pluit Sakti Karisma, dan Bina Karya guna menyusun skema panjang penanganan banjir rob,” kata dia di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pemerintah akan mendorong pihak pelabuhan untuk turut membangun tanggul di area kewenangannya masing-masing. “Segmen-segmen yang langsung bersentuhan dengan laut tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Harus ada kolaborasi antara Pemprov dan para pengelola kawasan,” ujar Heria.
Ia menilai dengan adanya penguatan kerja sama lintas pihak, pemerintah berharap penanganan rembesan dapat dilakukan dengan cepat sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang agar warga pesisir lebih terlindungi dari risiko rob yang berulang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum meninjau tiga lokasi utama yang mengalami rembesan dan limpasan air laut yang menyebabkan terjadinya banjir rob yang terjadi di Jakarta Utara.
Titik pertama dikunjungi adalah tanggul Muara Baru, kemudian titik kedua yang dikunjungi adalah Pelabuhan Muara Baru, khususnya di area Jalan Tuna III yang sempat menjadi viral karena limpasan air dari area dermaga.
Kemudian lokasi ketiga berada di kawasan Pengedokan Mandala Bahari yang juga mengalami limpasan dari area pergudangan yang berbatasan langsung dengan air laut. Seluruh penanganan di tiga titik ini masih bersifat darurat sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan Pelindo dan pihak terkait lainnya.
Tanggul Bocor karena Tua
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Heria Suwandi menjelaskan bahwa kebocoran air laut terjadi pada tanggul Pelindo Muara Baru, Kecamatan Penjaringan karena usianya sudah menua, yakni mencapai 10 tahun, sehingga konstruksi mulai melemah.
“Ada celah pada sheet pile yang menyebabkan air laut masuk ke belakang tanggul,” kata Heria di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan penanganan yang dilakukan saat ini bersifat sementara yaitu menyumpal celah dengan karung pasir dan hingga hari ini sekitar 500 karung sudah digunakan dan kemungkinan masih akan bertambah,” kata Heria.
“Selain itu, struktur beton yang mengalami korosi juga ditambal untuk mengurangi laju rembesan,” kata dia. Heria menyebutkan bahwa kondisi tanggul masih mampu menahan tekanan air saat tinggi muka laut mencapai 2,65 meter pasang purnama (cmPP). Namun, kekuatan tersebut tidak dapat bertahan lama, sehingga penanganan permanen akan dilakukan oleh Dinas SDA melalui perkuatan struktur baru.
“Perencanaan teknisnya sedang disusun dan mudah-mudahan bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026 dan selesai pada 2027,” kata dia. Perbaikan jangka panjang kemungkinan dilakukan dengan menambah konstruksi tanggul di sisi luar menggunakan metode yang lebih kuat, seperti spun pile seperti yang telah digunakan di kawasan Pelabuhan Nizam Zachman.
Dia menilai kebocoran terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, seperti tekanan air laut yang tinggi, korosi beton akibat paparan klorin, kenaikan muka air laut, serta penurunan muka tanah (land subsidence).
Menurut dia, segmen yang mengalami kebocoran cukup parah diperkirakan memiliki panjang sekitar 500 meter. Sementara total jalur tanggul dari area Batang hingga titik pertemuan dengan tanggul Kementerian PUPR mencapai sekitar 2 kilometer.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!