Kementan Bakal Cetak Ulang Sawah di Sumut yang Rusak, Dua Bulan Rampung

Rabu, 03 Des 2025, 22:16 WIB

JAKARTA-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan akan memperbaiki sawah masyarakat yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumateea Utara. Kementerian Pertanian bakal memperbaikinya dalam waktu 1-2 bulan.

Hal itu ditegaskan Mentan saat meninjau wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Utara pada Rabu (3/12), untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat.

Ket. Foto: Saat meninjau hamparan sawah rusak 82 hektare di Sumatera Utara, Mentan Amran, menegaskan pemerintah pusat mengambil alih seluruh proses pemulihan. Sawah akan dibangun ulang, dicetak kembali, dan ditanami hingga siap diserahterimakan kepada pemiliknya — Sumber: Antara

Dalam kunjungan itu dua langkah utama ditekankan, yaitu penambahan cadangan beras dalam jumlah besar dan percepatan perbaikan sawah rusak.

Mentan Amran menekankan bahwa kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, harus sepenuhnya terjaga. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah jauh lebih besar dari kebutuhan.

“Yang pertama, kami siapkan cadangan beras tiga kali lipat dari kebutuhan. Kebutuhannya di sini 5 ribu ton seperti yang disampaikan Pak Gubernur Sumatera Utara. Kita siapkan 3 kali lipat cadangan. Jadi tidak usah khawatir masalah cadangan beras,” kata Mentan Amran.

Saat meninjau hamparan sawah rusak 82 hektare, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat mengambil alih seluruh proses pemulihan. Sawah akan dibangun ulang, dicetak kembali, dan ditanami hingga siap diserahterimakan kepada pemiliknya.

“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali jadi sawah dan kami kirim peralatan serta bantuan benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan teknis, Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan kontraktor lokal yang ditunjuk pemerintah daerah, sementara pembiayaan sepenuhnya ditanggung pusat.

“Kami kerja sama menggunakan kontraktor lokal. Pak Bupati tinggal tunjuk, Pak Gubernur nanti langsung kerjakan, pusat yang biayai. Bukan unitnya berapa, tapi sampai selesai. Jadi kami tanggung jawab ambil alih sampai selesai dan bukan saja di sini tapi seluruh yang terdampak,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan disesuaikan dengan kondisi sawah di setiap lokasi, termasuk bagi petani yang gagal panen akibat banjir. Untuk lahan yang rata karena banjir, pemerintah akan bangun kembali sawahnya dan dilengkapi dengan bantuan benih serta alat pertanian lainnya. Untuk lahan yang tidak mengalami kerusakan berat, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sarana-prasarana produksi dan alsintan. 

“Benih dari pemerintah, alat dari pemerintah, membangun sawahnya dari pemerintah pusat. Semua biaya pusat sampai kembali tanam,” jelas Mentan Amran.

Pemulihan 2 Bulan

Ia menargetkan pemulihan dapat diselesaikan dalam 1–2 bulan mengingat anggaran sudah disiapkan.

Di lokasi, Mentan Amran juga berdialog dengan petani yang seharusnya memasuki masa panen sebelum banjir datang. “Sabar ya Bapak, Ibu. Nanti kami cetak ulang. Tim kami turun, PPL kawal, CPCL urus, diukur, dipercepat, langsung cetak sawah ulang,” ujar Mentan Amran dan disambut positif oleh masyarakat.

Kementerian Pertanian menegaskan komitmen melindungi masyarakat dan petani di wilayah terdampak bencana dengan memastikan stok beras aman, distribusi terjaga, serta percepatan pemulihan lahan dan sarana produksi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.