Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekraf Design Festival 2025 Perkuat Ekosistem Desain yang Kolaboratif

📅 Selasa, 02 Des 2025, 17:23 WIB | Oleh:
Ekraf Design Festival 2025 Perkuat Ekosistem Desain yang Kolaboratif Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Yuke Sri Rahayu (tengah) dalam acara Ekraf Design Festival 2025 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Selasa (2/12).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar Ekraf Design Festival 2025 pada 2–4 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, sebagai upaya memperkuat ekosistem desain nasional melalui kolaborasi lintas subsektor.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap profesi arsitek dan desainer dalam memperluas komersialisasi karya serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

"Festival ini merupakan permodelan dukungan pemerintah untuk memperkuat ekosistem desain Indonesia, melalui promosi kekayaan intelektual dan ruang kolaborasi antardesainer,” kata Yuke dalam konferensi pers Ekraf Design Fest 2025 di Jakarta, Selasa (2/12).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan empat subsektor ekonomi kreatif, yakni arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, dan desain produk.

Yuke menekankan bahwa pengembangan subsektor tersebut dilakukan melalui promosi karya, komersialisasi kekayaan intelektual, serta penyelenggaraan program yang mempertemukan para desainer agar dapat berbagi ide, bersinergi, dan menciptakan ruang kolaborasi.

Melalui pendekatan itu, pemerintah berharap munculnya karya-karya adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sebagaimana tema "Empathetic Resilience" yang diusung dalam Ekraf Design Festival 2025.

Menurut Yuke, kehadiran Ekraf Design Festival 2025 sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana ekonomi kreatif diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan nasional.

“Dampaknya diharapkan terasa pada penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya jasa kreatif dari ekosistem ini,” ujarnya.

Diketahui, Ekraf Design Festival 2025 menampilkan karya 20 desainer terpilih setelah mengikuti proses kurasi dan lokakarya pada 14–16 November 2025.

Kolaborasi tersebut menghasilkan lima karya lintas subsektor, yang kemudian dipamerkan dalam festival ini.

Festival ini juga menghadirkan berbagai stan subsektor kreatif lain seperti fashion, kuliner, dan kriya, yang disebut Yuke saling berkaitan dengan praktik desain.

Selain itu juga tersedia booth konsultasi, akses pembiayaan bagi desainer, serta sesi "Design Talk", seminar, dan panel diskusi mengenai peran desain dalam penguatan ekonomi kreatif.

Ia mengajak masyarakat, terutama para desainer muda, untuk hadir dan menikmati rangkaian kegiatan.

Ekraf Design Festival dapat terselenggara berkat kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama asosiasi lintas subsektor di antaranya Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA), dan Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.