Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DLH DKI Dorong Pelaku Usaha Kuliner di Jakarta Terapkan Praktik Ramah Lingkungan

📅 Selasa, 02 Des 2025, 14:50 WIB | Oleh:
DLH DKI Dorong Pelaku Usaha Kuliner di Jakarta Terapkan Praktik Ramah Lingkungan Doc: Istimewa

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mendorong pelaku usaha kuliner di seluruh wilayah Jakarta untuk menerapkan praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas lingkungan.

Upaya ini diperkuat melalui program pembinaan ECO ACT (Education, Collaboration, Action) pada penguatan pemahaman dan kemampuan teknis pelaku usaha; peningkatan kolaborasi dengan akademisi, dunia usaha, mitra CSR dan komunitas; serta aksi nyata dan pilot project yang dapat direplikasi.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan sektor kuliner yang jumlahnya masif merupakan salah satu kontributor terbesar dalam menghasilkan limbah di Jakarta. Karena itu, penerapan standar lingkungan tidak lagi bersifat opsional.

Menurut dia, pengelolaan limbah cair, sampah makanan, dan emisi harus menjadi bagian integral dari operasional usaha.

“Melalui ECO ACT, kami memastikan pelaku usaha memahami dan menjalankan standar lingkungan agar operasionalnya tidak menambah beban pencemaran Jakarta,” ujar dia, Selasa (2/12).

Dari sisi pengelolaan sampah, Kapokja Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Ditjen Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLH, Wisti Noviani Adnin, mengungkapkan bahwa UMKM kuliner di Jakarta menghasilkan lebih dari 500 ton sampah per hari. Ia menekankan perlunya pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.

“Pelaku usaha harus memilah sampah sejak di dapur. Kolaborasi dengan penyedia layanan pengelolaan sampah seperti peternakan, asosiasi maggot, atau komposter sangat penting agar sampah organik tidak lagi berakhir di TPA,” kata dia.

Dukungan juga datang dari Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), Riesta Karentina, yang menilai pelaku usaha perlu menguasai green skills untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan usaha berkelanjutan.

Ia menyampaikan, keterampilan tersebut meliputi manajemen limbah, desain produk berkelanjutan, hingga strategi pengurangan dan daur ulang sampah.

Riesta turut mendorong penguatan komunikasi digital melalui komunitas daring dan kerja sama dengan micro-influencer untuk menyebarkan pesan keberlanjutan, terutama kepada generasi muda.

“Pelaku usaha bisa menjadi circular entrepreneur dengan mengubah model bisnis linear menjadi sirkular: buat, pakai, pulihkan. Pelajari juga eco-design dan upcycling untuk menciptakan nilai tambah,” kata dia.

Di sisi lain, Founder Bahasa Bisnis, Edhy Surbakty, menyoroti pentingnya pengurangan food waste sebagai kunci bisnis kuliner berkelanjutan. Ia menyarankan pelaku usaha melakukan pencatatan sisa makanan di tiga titik kritis yakni, persiapan dapur (prep), sisa makanan di piring (plate waste), dan bahan kedaluwarsa di penyimpanan (storage).

“Sediakan pilihan porsi small, regular, dan large, serta evaluasi menu yang jarang dipesan. Bekerja samalah dengan bank sampah, maggoters, atau komposter untuk mengolah sisa makanan,” tutur dia.

Menurut dia, praktik keberlanjutan dapat sekaligus memperkuat citra usaha melalui brand storytelling, misalnya menceritakan capaian pengurangan sampah dapur hingga 20 persen dalam tiga bulan. Ia menutup dengan menekankan bahwa keberlanjutan justru membuka peluang pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.