Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekerasan Seksual dan KDRT Mendominasi, Jakarta Timur Wilayah Terbanyak Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak

📅 Senin, 01 Des 2025, 13:17 WIB | Oleh:
Kekerasan Seksual dan KDRT Mendominasi, Jakarta Timur Wilayah Terbanyak Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Iin Mutmainnah dalam acara kampanye 16 hari cegah kekerasan perempuan dan anak di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (1/12).

JAKARTA - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menyebutkan, Jakarta Timur (Jaktim) menjadi wilayah terbanyak laporan kasus kekerasan perempuan dan anak.

"Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah laporan terbanyak, yaitu 552 kasus tahun 2025 hingga hari ini," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Iin Mutmainnah dalam acara kampanye 16 hari cegah kekerasan perempuan dan anak di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (1/12).

Dari jumlah tersebut, Jakarta Timur didominasi oleh kekerasan psikis yang marak terjadi, seperti perundungan (bullying), mengejek, mengkritik, atau merendahkan penampilan fisik seseorang (body shaming) baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Ini tanda bahwa kekerasan non-fisik makin meningkat dan pemulihannya sangat tidak mudah. Anak bisa depresi, sulit berkembang sesuai usianya, tidak percaya diri, bahkan berisiko bunuh diri. Kasus di Cilangkap beberapa waktu lalu terjadi karena depresi,” jelas Iin.

Jenis kekerasan dengan laporan tertinggi kedua adalah kekerasan seksual, disusul Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan fisik.

Data Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Pulogadung mencatat, sejak awal tahun hingga 1 Desember 2025, terdapat 2.088 laporan kekerasan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Tren kasus menunjukkan kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Di antara laporan tersebut, 969 korban merupakan perempuan dewasa, 772 anak perempuan, dan 347 anak laki-laki.

Meski jumlah laporan meningkat, Iin menilai fenomena tersebut sebagai sinyal positif bahwa masyarakat sudah lebih berani bersuara.

"Warga DKI sudah semakin cerdas dan berani angkat bicara (speak up). Mereka tidak lagi menganggap kekerasan sebagai aib," ucap Iin.

Apalagi, kekerasan terhadap perempuan dan anak tentu menjadi sebuah hal yang perlu kita sikapi agar kita terus menerus melakukan upaya dari mulai pencegahan, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui rangkaian kampanye 16 hari anti kekerasan.

Rangkaian kegiatan ini telah dimulai dengan kick off oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Komnas Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Balai Agung pada 22 November lalu.

Iin berharap, kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan aman bagi semua.

Terdapat lima faktor utama yang memicu tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota mulai dari ekonomi hingga paparan media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.