Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ikan Predator Lindungi Great Barrier Reef dari Bintang Laut Pemakan Terumbu Karang

📅 Senin, 01 Des 2025, 23:09 WIB | Oleh:
Ikan Predator Lindungi Great Barrier Reef dari Bintang Laut Pemakan Terumbu Karang Doc: Istimewa
Ket. Ikan Lencam (emperor).

CANBERRA - Perlindungan terhadap ikan predator di Great Barrier Reef Australia telah membantu mencegah lebih banyak ledakan populasi bintang laut mahkota duri (crown-of-thorns starfish/CoTS) pemakan karang, menurut penelitian baru yang diterbitkan pada Senin (1/12).

Studi tersebut menyajikan bukti berbasis pemodelan baru bahwa strategi zonasi dan pengelolaan perikanan yang diadopsi pada 2004 kemungkinan besar telah memainkan peran penting dalam pemulihan populasi ikan, mengurangi ledakan populasi CoTS, dan mengurangi hilangnya karang.

Hal tersebut diungkapkan dalam pernyataan pers dari Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO), badan ilmu pengetahuan nasional Australia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution itu dilakukan oleh CSIRO dan Institut Ilmu Kelautan Australia (Australian Institute of Marine Science/AIMS).

CoTS merupakan salah satu ancaman terbesar bagi terumbu karang di Great Barrier Reef, dengan sejumlah ledakan populasi CoTS terjadi selama empat dekade terakhir, kata Scott Condie, peneliti CSIRO dan penulis utama studi tersebut.

"Ikan tertentu, seperti ikan lencam (emperor), memakan bintang laut mahkota duri," tutur Condie. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah perlindungan, seperti memperluas zona larangan penangkapan ikan menjadi 33 persen dan memperketat regulasi penangkapan ikan diterapkan pada 2004 untuk melindungi ikan predator itu.

Model tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa inisiatif-inisiatif ini kemungkinan besar "mencegah titik balik yang bersifat katastropik" yang akan membuat Great Barrier Reef memiliki jumlah ikan besar yang lebih sedikit, yang menyebabkan ledakan populasi CoTS secara terus-menerus dan penurunan signifikan dalam jumlah karang.

Pemantauan jangka panjang menunjukkan bahwa frekuensi ledakan populasi di sepanjang Great Barrier Reef secara konsisten lebih rendah di zona-zona yang dilindungi. Sementara itu, sejumlah model memprediksi peningkatan empat kali lipat dalam jumlah terumbu karang yang terdampak per 2050 tanpa strategi perlindungan ikan tersebut.

"Tanpa intervensi selama dua dekade terakhir, model tersebut menunjukkan bahwa populasi ikan grouper dan ikan lencam di Great Barrier Reef juga akan terus menurun akibat meningkatnya tekanan penangkapan ikan," sebut peneliti AIMS Daniela Ceccarelli.

Menurutnya, pemodelan itu merupakan langkah penting untuk memahami potensi pengelolaan CoTS dalam melindungi Great Barrier Reef di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.