Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Nelayan Kalteng Waspada Perubahan Gelombang Laut

📅 Senin, 01 Des 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Nelayan Kalteng Waspada Perubahan Gelombang Laut Doc: Antara
Ket. Nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan Kalimantan Tengah (Kalteng), mewaspadai gelombang laut setinggi satu meter yang berpotensi meningkat saat terjadi perubahan cuaca ekstrem.

"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1 meter di wilayah perairan selatan Kalteng selama sepekan," kata Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka  Neng Arini N P di Palangka Raya, Minggu (31/11).

Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.

Pihaknya meminta masyarakat pesisir juga waspada pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadi hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang air laut.

Selama sepekan ke depan, lanjut dia, potensi kecepatan angin diperkirakan antara 5-20 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah selatan menuju timur laut.

"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," katanya.

Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca dengan mengakses layanan BMKG melalui laman resminya maupun melalui aplikasi BMKG di berbagai media sosial .

Sementara itu kondisi cuaca di wilayah Kalteng yang meliputi 13 kabupaten/dan satu kota selama sepekan mendatang, kata dia, diperkirakan ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.

Kondisi itu, menurutnya, juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Jika melihat fenomena tersebut, kata dia, masyarakat harus waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.

"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman, seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Megapolitan
Dukung Pelestarian Bahasa L...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.