Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senang Hiking? Bagus-bagus Saja, Hanya Hati-hati karena Bisa Memicu Hipertensi

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 12:28 WIB | Oleh:
Senang Hiking? Bagus-bagus Saja, Hanya Hati-hati karena Bisa Memicu Hipertensi Doc: ist
Ket. hiking

JAKARTA – Belakangan banyak kegiatan yang ditawarkan tempat-tempat healing untuk hiking. Ini memang bisa menyehatkan, namun perlu hati-hati karena orang dengan kondisi tertentu bisa terbahayakan. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencegahan dan Rehabilitasi Kardiovaskular Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) dr Hary Sakti Muliawan, mengatakan bahwa aktivitas hiking atau mendaki di dataran tinggi bisa berpotensi menyebabkan hipertensi paru pada pasien yang berisiko.

“Ini agak unik sih, atlet atau orang-orang yang suka hiking, ke pegunungan itu saturasi oksigennya rendah dan itu kadang-kadang bisa mencetuskan hipertensi paru,” ujar dokter Hary dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan bahwa kondisi udara dengan oksigen rendah bisa menyebabkan peningkatan tekanan paru yang membuat jantung kanan bekerja ekstra memompa darah ke paru-paru.

Namun demikian, hipertensi paru tak begitu saja dialami secara umum bagi individu yang gemar hiking, pasien yang berisiko yakni dengan kondisi penyakit jantung bawaan, penyakit autoimun seperti lupus, gangguan pada paru seperti TBC serta asma hingga ibu hamil lebih berpotensi mengalami hipertensi paru.

Pasien berisiko dapat mengalami hipertensi paru dengan gejala seperti sesak napas usai beraktivitas ringan seperti biasa, kelelahan, bengkak usai melakukan pendakian, ia pun menyarankan agar kondisi yang dianggap tak biasa ini sebaiknya tidak diabaikan dan segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis jantung dan spesialis paru untuk memastikan kondisi sehingga mendapatkan perawatan yang tepat.

Pasien dengan risiko tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan untuk memastikan kapasitas fisik dan menentukan aktivitas fisik yang tepat. “Kita periksa dulu kapasitas fisiknya sebesar apa, biasanya kita ada hitungan yang kita turunkan dari kapasitas maksimal kita turunkan 80 persen sehingga dia bisa (olahraga),” ujarnya.

Dia menyarankan agar pasien dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung atau paru di rumah sakit dengan fasilitas yang mumpuni untuk mengetahui intensitas olahraga yang tepat. Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, lanjut dia, tidak secara merata semua masyarakat dapat terkena hipertensi paru, penyakit ini dapat terjadi pada masyarakat yang berisiko.

“Tapi lagi-lagi ini sifatnya genetik ya, jadi ada beberapa orang yang memang punya kerentanan terhadap genetik tersebut, maka tinggal di ketinggian itu hanya menjadi pencetus hipertensi paru. Tidak otomatis semua yang tinggal di ketinggian itu akan terjadi hipertensi paru, tidak juga,” tegasnya. Kemudian untuk perokok aktif, menurutnya hipertensi dapat terjadi yang disebabkan penyakit atau gangguan paru yang berat lalu kemudian berkembang menjadi hipertensi paru alias menjadi penyakit sekunder.

Hipertensi paru merupakan gangguan berupa tekanan darah tinggi yang terjadi pada pembuluh darah atau arteri paru yang menyebabkan jantung kanan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Gangguan ini menyebabkan penyumbatan, penyempitan hingga merusak pembuluh darah paru yang pada akhirnya membuat pasien menjadi sesak napas, nyeri dada, kelelahan usai beraktivitas ringan hingga pusing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.