Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terpusat MaritimHUB, Ditjen Hubla Satukan 51 Aplikasi Jadi Satu Layanan

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Terpusat MaritimHUB, Ditjen Hubla Satukan 51 Aplikasi Jadi Satu Layanan Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan meluncurkan Roadmap TIK 2025–2029, sebuah rencana besar untuk menyederhanakan dan menyatukan seluruh layanan digital di sektor pelayaran. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan banyaknya aplikasi yang belum terkonsolidasi secara sempurna.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menyampaikan bahwa perubahan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Saat ini, Ditjen Hubla memiliki 51 aplikasi yang dikembangkan oleh berbagai unit kerja. Akibatnya, terdapat redudansi layanan, data tersebar di banyak tempat, dan proses pelayanan belum sepenuhnya efisien.

“Selama ini aplikasi-aplikasi belum memiliki arah integrasi yang baku. Dengan roadmap ini, semuanya akan kita satukan sehingga lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/11).

Melalui Roadmap ini diharapkan arah pengembangan MaritimHUB lebih terukur dan terstruktur, portal ini akan menjadi sebuah portal terpadu yang akan menjadi pintu masuk utama seluruh layanan digital perhubungan laut. Dengan hadirnya MaritimHUB, masyarakat dan pelaku industri tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi untuk mengakses layanan yang berbeda. Semua akan tersedia dalam satu platform.

“Kami ingin masyarakat merasakan layanan yang lebih sederhana. Satu akun untuk berbagai layanan, satu pintu untuk berbagai kebutuhan,” tambah Lollan.

Roadmap ini membawa tiga perubahan besar, yaitu aplikasi yang terpadu, data yang terpusat dan pengembangan yang lebih terencana.

"Aplikasi yang terpadu itu dari 51 aplikasi terpisah menjadi layanan yang terhubung melalui satu portal utama. Sementara data yang terpusat artinya semua data penting akan dikumpulkan dalam satu sistem sehingga lebih mudah dianalisis dan dipakai untuk membuat kebijakan yang tepat," jelasnya.

Lebih lanjut Lollan menjelaskan perubahan ketiga yaitu pengembangan yang lebih terencana mencakup setiap pengembangan aplikasi atau layanan digital akan mengikuti prioritas dan arah yang jelas, sehingga anggaran lebih efektif dan hasilnya berkelanjutan.

Dengan peluncuran Roadmap TIK ini, Ditjen Hubla berharap proses layanan jadi lebih cepat dan mudah, data lebih akurat sehingga keputusan pemerintah lebih tepat sasaran, tidak ada lagi duplikasi aplikasi yang membuang anggaran, pelayanan digital lebih aman, modern, dan terpercaya. Serta pelaku industri maritim mendapat kemudahan besar melalui MaritimHUB.

"Roadmap TIK 2025–2029 ini juga menjadi langkah penting Ditjen Hubla untuk mendukung visi “Transportasi Laut Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Transformasi digital ini diharapkan memperkuat daya saing maritim nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.