Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratu Maxima Berikan Apresiasi Khusus Atas Inovasi Program BTN 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu'

24 Kamis, 27 Nov 2025, 13:35 WIB | Oleh:
Ratu Maxima Berikan Apresiasi Khusus Atas Inovasi Program BTN 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu' Ratu Maxima Berikan Apresiasi Khusus Atas Inovasi Program BTN 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu' Doc: antara foto
Ket. Ratu Maxim saat meninjau langsung kawasan hunian BTN, di Perumahaan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

JAKARTA - Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda memberikan apresiasi khusus atas inovasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang memungkinkan masyarakat mengurangi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menukarkan sampah rumah tangga.

Hal itu disampaikan Ratu Maxim saat meninjau langsung kawasan hunian BTN, di Perumahaan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Ratu Maxima berkunjung dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA).

“Program bertajuk 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu' ini dinilai sebagai terobosan inklusi keuangan hijau yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mengurangi beban sampah nasional di tingkat unit masyarakat terkecil," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/11).

Nixon mengatakan, program tersebut menjadi salah satu poin yang dilihat oleh Ratu Maxima dalam kunjungannya ke Indonesia sebagai wujud peran aktif BTN di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (ESG).

"Dari sisi ESG, ini tahun kedua kita sangat aktif mendorong project ESG dengan sampah rumah tangga dikumpulkan dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan untuk mengurangi angsuran yang bisa mencapai 10-15 persen per bulan. Jadi, kalau angsurannya sekitar Rp1,1-1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100 ribu-200 ribu per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi, dan lingkungan agar lebih bersih dan green," ujarnya.

Nixon melanjutkan, keluarga Indonesia rata-rata mampu menghasilkan hingga empat kilogram sampah per hari.

"Sampah yang selama ini dianggap beban ternyata punya nilai ekonomi. Melalui program ini, sampah dipilah, ditimbang, dan dikonversi menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan rumah. Semakin rajin memilah, semakin ringan cicilan mereka," ujar Nixon.

Sementara itu, program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” telah diterapkan di beberapa lokasi. Hingga akhir 2026, BTN membidik akan melaksanakan program tersebut di 100 titik di Pulau Jawa.

Selain itu, Ratu Maxima juga mengunjungi rumah rendah emisi yang dibiayai dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Ratu Maxima melakukan dialog dengan para debitur KPR Subsidi BTN, yakni Mursidi yang bekerja sebagai tukang bubur; Aisyah yang berkarir sebagai tenaga kesehatan, dan Fahrudin, pekerja di bengkel.

Dirinya juga meninjau langsung akad massal KPR Subsidi bagi berbagai golongan pekerja, termasuk pekerja informal seperti sopir taksi dan pengusaha barang bekas.

Nixon melanjutkan, pengembangan pembiayaan rumah rendah emisi BTN memiliki peta jalan (roadmap) jangka panjang. BTN menargetkan pembangunan 150 ribu unit rumah rendah emisi pada tahun 2029.

Untuk tahap awal, BTN menjalankan proyek percontohan yang melibatkan delapan pengembang dengan total 1.317 unit rumah yang telah dibangun dan dipasarkan.

"Secara bertahap, akan ada 150 ribu rumah dengan 30 persen porsi penggunaan material eco-friendly yang dibiayai BTN hingga 2029," ujar Nixon pula.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menerangkan pentingnya kesehatan keuangan bagi para debitur. Menurut dia, kemampuan mengelola keuangan akan sangat menentukan keberlangsungan hidup nasabah setelah memiliki kredit pemilikan rumah (KPR).

"BTN mendorong para debitur untuk menjaga kemampuan menabung. Mereka harus memiliki dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga," ujar Setiyo.

Dia mencontohkan tiga nasabah yang ditemui Ratu Maxima, yakni penjual bubur, perawat, dan karyawan pabrik. Dari interaksi tersebut, Ratu mengamati pentingnya kesehatan keuangan bagi nasabah, karena membantu mereka untuk menabung dan mengelola keuangan dengan lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

Wisata Kebun Stroberi Jadi Daya Tarik di Mamasa

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.