Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bunga Bangkai Hebohkan Warga Mataram

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 18:57 WIB | Oleh:
Bunga Bangkai Hebohkan Warga Mataram Doc: ANTARA/Waluyo
Ket. Bunga berbau bangkai berwarna merah keunguan dengan bagian tengah kekuningan tumbuh tepat di luar pagar rumah warga, di tepi Jalan Gili Air, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (27/11).

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Warga Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dihebohkan dengan kemunculan bunga berukuran relatif besar yang mengeluarkan aroma tidak sedap menyerupai bau bangkai.

Bunga berwarna merah keunguan dengan bagian tengah kekuningan itu tumbuh tepat di luar pagar rumah warga di tepi Jalan Gili Air pada Kamis (27/11).

Waluyo, salah satu warga yang pertama kali mengecek lokasi, mengaku mendapat kabar tersebut saat berolahraga pagi.

"Tahunya waktu olahraga pagi, ada tetangga bilang ini kok bunga ada bau bangkainya. Informasinya sudah ada sejak kemarin sore. Akhirnya saya datang memastikan," ujarnya.

Ia menambahkan aroma menyengat itu paling tercium pada waktu subuh. Setelah matahari terbit, baunya perlahan menghilang. "Kalau sudah agak siang tidak ada baunya. Dan tadi setelah subuh ada muncul bau tidak enak. Penuturan ibu-ibu yang lewat," katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bunga tersebut mekar dengan mahkota yang terbuka lebar, tumbuh di sela-sela rumput dan dikelilingi pot tanaman. Letaknya yang berada di ruang terbuka membuat warga mudah melihatnya tanpa harus masuk ke lahan pribadi.

Sejumlah ibu rumah tangga terlihat mengabadikan momen itu menggunakan telepon genggam. Mereka menganggap kemunculan bunga tersebut sebagai peristiwa langka karena biasanya bunga beraroma bangkai tumbuh di hutan, bukan di area permukiman padat penduduk.

"Bunganya mekar sejak kemarin. Tadi pagi banyak warga yang melihat karena penasaran. Saya juga upload ke grup WA RT supaya orang tahu, karena mubazir kalau kita nggak ngerti. Orang saja pergi mencari sampai ke dalam hutan," tutur Waluyo.

Menurut warga setempat, kemunculan bunga berbau bangkai sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun pada waktu itu warga tidak terlalu memperhatikan karena bentuknya tidak se-mencolok sekarang.

Meskipun belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai jenis bunga tersebut, masyarakat menduga bahwa bunga itu merupakan salah satu jenis bunga bangkai dari keluarga Araceae.

Beberapa spesies dalam kelompok ini memang dikenal mengeluarkan aroma busuk untuk menarik serangga tertentu yang berperan dalam proses penyerbukan.

Warga pun tetap menjaga agar bunga tersebut tidak rusak, mengingat posisinya berada di area terbuka dan mudah dijangkau. Mereka memilih hanya melihat dan memotret tanpa menyentuhnya.

Kemunculan bunga langka beraroma menyengat ini menjadi perbincangan hangat di lingkungan Taman Sari. Banyak warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan agar dapat dipastikan jenis dan karakteristik bunganya, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fenomena tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.