Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNAIDS: Pemotongan Dana Global Menghancurkan Program Pencegahan HIV

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 20:00 WIB | Oleh:
UNAIDS: Pemotongan Dana Global Menghancurkan Program Pencegahan HIV Doc: Istimewa
Ket. Logo UNAIDS

JENÈWA - Menurut laporan baru dari Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) pada Selasa (25/11), orang yang hidup dengan HIV telah meninggal dunia akibat gangguan layanan yang disebabkan oleh pemotongan dana besar-besaran, sementara jutaan orang yang berisiko tertular HIV telah kehilangan akses ke alat pencegahan. 

“Kekurangan dana yang terus-menerus dan risiko berbahaya yang dihadapi respons HIV global menimbulkan dampak yang mendalam dan berkelanjutan terhadap kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia,” demikian pernyataan laporan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada pandemi HIV/AIDS itu. 

Mitra komunitas UNAIDS telah melaporkan kematian orang yang hidup dengan HIV karena penutupan klinik dan perawatan setempat, meskipun jumlah pastinya masih belum jelas karena pengumpulan data masih berlangsung.

Tanggapan global terhadap AIDS memasuki “mode krisis” ketika donor terbesar, Amerika Serikat – yang menyumbang 75 persen pendanaan HIV internasional – menghentikan sementara semua pendanaan terkait HIV pada awal tahun 2025, kata UNAIDS.

Meskipun beberapa program HIV telah dilanjutkan dengan dana dari Rencana Darurat Presiden Amerika Serikat untuk Penanggulangan AIDS (President's Emergency Plan for AIDS Relief/PEPFAR), pendanaan secara keseluruhan terus menurun, membahayakan target 2030 untuk mengakhiri sindrom defisiensi imun didapat sebagai ancaman kesehatan masyarakat, kata UNAIDS.

Saat ini, 40,8 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,3 juta infeksi baru dilaporkan pada tahun 2024, menurut badan PBB tersebut.

Meskipun angka kematian akibat AIDS turun 54 persen menjadi 630.000 antara tahun 2010 dan 2024, dan infeksi HIV baru juga turun 54 persen, layanan pencegahan telah “hancur” akibat terbatasnya pendanaan domestik dan penurunan tajam dalam kontribusi donor, demikian temuan laporan tersebut.

Hampir separuh perempuan dan gadis remaja yang disurvei melaporkan adanya gangguan pada layanan pencegahan dan pengobatan HIV di komunitas mereka, menurut survei yang dilakukan pada tahun 2025 oleh Jaringan ATHENA dan UNAIDS.

Akses terhadap alat pencegahan HIV juga telah dibatasi.

Diperkirakan 2,5 juta orang kehilangan akses ke obat pencegahan HIV PrEP pada Oktober 2025 karena pemotongan dana donor, kata laporan itu.

Di Nigeria, distribusi kondom pria turun 55 persen dari Desember 2024 hingga Maret 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.