Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Ekonomi NTT Lima Tahun ke Depan Fokus pada Produk Unggulan Desa

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 13:33 WIB | Oleh:
Pembangunan Ekonomi NTT Lima Tahun ke Depan Fokus pada Produk Unggulan Desa Doc: antara foto
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan arah pembangunan ekonomi lima tahun ke depan akan fokus pada hilirisasi, industrilisasi dan penguatan produk unggulan desa.

"Semua ini kita dorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMD," kata Melki ketika menjadi Keynote Speach dalam acara Flobamorata Business and Economic Forum 2025 yang digelar Bank Indonesia di Kupang, Senin (24/11).

Forum tersebut mempertemukan pengambil kebijakan nasional, akademisi, hingga pelaku usaha untuk merumuskan langkah percepatan ekonomi NTT di tengah perlambatan sektor pertanian dan tingginya risiko kredit perbankan daerah.

Melki menilai NTT mempunyai fondasi kuat untuk meningkatkan sektor ekonomi, yakni sektor pariwisata kelas dunia dan pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung.

Selain itu, potensi hilirisasi perikanan dan garam, energi terbarukan, hingga ekonomi kreatif berbasis tenun dan kopi juga dapat menjadi pendukung ekonomi di NTT.

Melki juga mengatakan melalui konsep One Village One Product dan perluasan One Community One Product, pemerintah memastikan setiap desa dan komunitas mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart dan Dapur Flobamorata.

Program itu adalah salah satu program unggulan Pemprov NTT dalam mendukung peningkatan ekonomi di NTT khususnya di pedesaan, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

"Saya juga menyampaikan bahwa kerja sama investasi terus berkembang, termasuk kolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur senilai Rp1,82 triliun," tambah dia.

Selain itu penjajakan kerja sama dengan Bali, NTB, dan sejumlah calon investor dari Tiongkok di sektor pariwisata dan perikanan terus digenjot juga untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.

“Jadi kalau hilirisasi sudah jalan, itu pasti ada industri, tapi syaratnya ada hilirisasi dulu. Saya yakin NTT bisa, karena sumber daya kita lengkap, paling tidak sektor peternakan, pertanian, perikanan, juga potensi komoditas kakao, saya yakin NTT ini bisa,” tegas Gubernur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.