Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemampuan Mandiri Jangkau Lokasi Peradangan

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 07:13 WIB | Oleh:
Kemampuan Mandiri Jangkau Lokasi Peradangan Doc: Foto Tangkapan Layar ETH Zurich
Ket. Mikrorobot melarutkan trombus sepenuhnya.

DALAM sebuah makalah yang diterbitkan pada di Science Advances pada 2023, sebuah tim peneliti telah mengembangkan nanorobot ragi bioteknologi ganda untuk terapi peradangan gastrointestinal (GI). Robot ini tidak hanya dapat menavigasi secara otomatis ke area yang meradang di saluran GI, tetapi juga meningkatkan akumulasi obat di area yang sakit tersebut sekitar 1000 kali lipat.

Peradangan gastrointestinal adalah gangguan kompleks yang tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kanker. Namun, mengantarkan obat ke saluran gastrointestinal bisa menjadi pengalaman yang sangat menyiksa.

Sistem penghantaran pengobatan saat ini tidak bergerak dan bergantung pada difusi pasif. Hal ini umumnya menyebabkan dosis yang sering dan berpotensi menimbulkan efek samping yang parah bagi pasien.

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah nanorobot, yang dapat melintasi berbagai penghalang biologis dan mengantarkan obat ke area target dan jaringan yang sulit dijangkau. Untuk mencapai hal ini, tim peneliti dari Institut Teknologi Lanjutan Shenzhen membangun nanorobot ragi biomesin ganda (robot TBY).

Mereka merancang robot ini agar memiliki kemampuan mendorong dan menavigasi sendiri, sehingga dapat secara aktif melintasi penghalang biologis dan melalui saluran pencernaan untuk mengantarkan obat ke area penyakit tertentu.

Dua Mesin Lebih Baik

Robot TBY terbuat dari mikrokapsul ragi, yang merupakan mikrosfer yang dapat terurai secara hayati, berpori, dan seragam. Robot ini dirancang agar biokompatibel untuk mencegah potensi toksisitas dan patogenisitas dalam aplikasi peradangan saluran pencernaan.

Robot TBY dirancang dengan dua mesin yang berbeda, bukan satu, sehingga dapat mengatasi beberapa penghalang biologis dan menjangkau lesi yang jauh atau dalam. Penggerak mesin tunggal membatasi kemampuan mikro/robot nano yang bergerak sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan mikro yang dihadapi saat melintasi penghalang biologis.

Alat itu menggunakan strategi pengiriman bioengine ganda yang memanfaatkan kekuatan mesin enzimatik dan makrofag. Mesin pertama terdiri dari enzim yang diimobilisasi secara asimetris, yaitu enzim glukosa oksidase (GOx) dan katalase (Cat), yang mengubah glukosa menjadi tenaga penggerak.

Selanjut robot TBY kemudian secara aktif menembus lendir usus dan memasuki bercak Peyer melalui transitosis sel mikrofold. Bercak Peyer bertindak sebagai “stasiun transfer” tempat robot TBY kemudian beralih ke mesin makrofag.

Makrofag memiliki sifat migrasi dan kemotaksis yang memungkinkan mereka menembus penghalang biologis dan menargetkan lokasi peradangan dengan mengikuti gradien konsentrasi kemokin. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.