Kementan Akan Kembangkan Tanaman Pangan di Lahan Bekas Tambang Timah

Senin, 24 Nov 2025, 19:10 WIB

PANGKALPINANG, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG - Kementerian Pertanian Republik Indonesia akan mengembangkan tanaman pangan di lahan bekas penambangan bijih timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di daerah itu.

"Kita akan melakukan riset dalam pengembangan tanaman pangan di lahan reklamasi bekas tambang timah ini," kata Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Nasrullah saat kunjungan kerja bersama Komite II DPD RI di Pangkalpinang, Senin (24/11).

Ket. Foto: Kerusakan hutan Babel Kondisi hutan Belitung dengan lubang penambangan timah di Kepulauan Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Kementerian Pertanian Republik Indonesia akan mengembangkan tanaman pangan di lahan bekas penambangan bijih timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di daerah itu. — Sumber: ANTARA/Teresia May

Ia mengatakan dalam pengembangan tanaman pangan di lahan reklamasi bekas penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung ini, Kementan akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perguruan tinggi.

"Kita tentunya akan melakukan penelitian terlebih dahulu, apakah tanamannya bisa tumbuh atau tidak, jenis tanaman apa saja yang cocok. Namun intinya, pengembangan tanaman pangan ini harus dilakukan reklamasi pasca-penambangan timah ini," katanya.

20251124190629_1.jpg

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Nasrullah bersama Komite II DPD RI saat melakukan kunjungan kerja di Kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Senin (24/11). Antara/Aprionis

Ia menyatakan dalam mempercepat pengembangan tanaman pangan di lahan reklamasi ini, pemerintah daerah di Kepulauan Babel ini bisa meminta BRIN dan perguruan tinggi di daerah untuk melakukan penelitian jenis tanaman pangan yang akan dikembangkan di lahan bekas tambang ini.

"Perguruan tinggi di daerah ini bisa melakukan riset, kira-kira tanaman yang cocok apa saja, sehingga kita bisa mengembangkan untuk meningkatkan pangan nasional menuju swasembada pangan," katanya.

Ia menyatakan Kementan telah melakukan riset di lahan reklamasi tambang batu bara dan cocok untuk pengembangan tanaman pangan, sementara bekas penambangan nikel kurang cocok untuk tanaman pangan karena mengandung logam berat.

"Saya belum mendapatkan informasi kalau bekas tambang timah ini cocok atau tidak untuk tanaman pangan, sehingga diperlukan penelitian lebih dalam," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.