Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Siapkan 2.695 Ton Benih Padi untuk Mendukung Produksi Pertanian pada Musim Tanam 2026

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTB Siapkan 2.695 Ton Benih Padi untuk Mendukung Produksi Pertanian pada Musim Tanam 2026 Doc: Antara
Ket. Sejumlah petani menanam padi pada lahan persawahan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Mataram - Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan saat ini tersedia 2.695 ton benih padi untuk mendukung masa tanam daerah pada tahun 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Muhamad Riadi mengatakan ketersediaan benih padi di Nusa Tenggara Barat dalam kondisi surplus.

"Kebutuhan tahun 2026 diperkirakan mencapai 1.586 ton, sedangkan NTB memiliki estimasi stok benih sekitar 2.695 ton," ucapnya dalam pernyataan di Mataram, Minggu (12/11).

Riadi mengatakan pemerintah merencanakan menyalurkan surplus benih padi sebanyak 1.107 ton untuk memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Ia berharap tren positif itu terus berlanjut agar Nusa Tenggara Barat mampu mempertahankan predikat sebagai daerah swasembada padi serta berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pada 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi padi Nusa Tenggara Barat dalam bentuk gabah kering panen sebanyak 2,04 juta ton. Angka itu mengalami kenaikan sebanyak 291,63 ribu ton atau setara 16,65 persen dibandingkan produksi tahun lalu yang hanya sebanyak 1,75 juta ton.

Produksi padi yang meningkat disebabkan oleh penambahan luas panen padi yang diperkirakan sebesar 40,79 ribu hektare akibat program optimalisasi lahan pertanian dengan bantuan pompa air oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Adapun produksi padi dalam bentuk gabah kering giling diperkirakan sebanyak 1,70 juta ton pada 2025, mengalami kenaikan sebanyak 242,04 ribu ton atau 16,65 persen dibandingkan produksi tahun lalu yang sebanyak 1,45 juta ton.

BPS menyebut ada kenaikan lahan baku sawah seluas 2.799 hektare selama kurun waktu enam tahun terakhir dari hanya 234.542 hektare pada 2019 menjadi 237.341 hektare pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.