Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Lingkungan Pendidikan Bebas Perundungan

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 21:30 WIB | Oleh:
KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Lingkungan Pendidikan Bebas Perundungan Doc: Humas Kementerian PPPA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menekankan pentingnya pendidikan berkualitas serta lingkungan belajar yang bebas perundungan. Hal ini juga sebagai pondasi utama pembentukan karakter generasi mendatang.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi kepada para guru yang menjadi garda terdepan pendidikan. Ia menekankan perlindungan anak harus dibangun melalui kerja bersama antara sekolah, keluarga, dan komunitas.

“Kami ingin memastikan setiap anak belajar di ruang yang aman, ramah dan bebas dari perundungan, karena disitu lah karakter dan daya saing masa depan lahir. Melalui program KREASI, kami menggandeng kementerian dan lembaga untuk memperkuat literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan budaya sekolah yang inklusif serta ramah anak,” kata Arifah Fauzi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/11).

Lebih lanjut, Arifah menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak Indonesia agar terus berkarya dan berani bersuara demi pemenuhan hak anak. Ia mendorong momentum ini menjadi pijakan menuju terwujudnya Indonesia yang ramah anak, perempuan berdaya, dan anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mengajak seluruh mitra untuk menjaga ruang aman bagi anak di rumah, di sekolah dan komunitas. Perlindungan anak adalah kerja bersama, bukan kerja satu pihak,” ucap Arifah.

Sementara, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Ruspita Putri Utami, menekankan pentingnya budaya belajar yang aman, nyaman, dan gembira. Khususnya di tengah tantangan seperti kecanduan gawai, isu kesehatan mental remaja, dan faktor psikososial.

“Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk digital. Murid harus merasa terlindungi, didukung, dan memiliki ruang berekspresi,” kata Ruspita. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.