Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

New Zealand Mulai Bebas Asap Rokok

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 16:23 WIB | Oleh:
New Zealand Mulai Bebas Asap Rokok Doc: pexels

WELLINGTON - Survei Kesehatan New Zealand (New Zealand Health Survey) yang dirilis Rabu (19/11) menunjukkan tingkat merokok harian di negara itu mencatatkan penurunan menjadi 6,8 persen, turun tipis dari 6,9 persen pada tahun sebelumnya, mencerminkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Survei 2024/2025, yang pengumpulan datanya dirampungkan pada Juli 2024 hingga Juli 2025, menemukan bahwa 6,8 persen orang dewasa di New Zealand merupakan perokok harian, turun signifikan dari 16,4 persen pada survei 2011/2012.

"Jumlah perokok harian telah berkurang hampir separuh sejak 2011/2012, dan kini New Zealand memiliki sekitar 278.000 lebih sedikit perokok harian," ungkap survei tersebut.

Data terbaru itu menyoroti penurunan signifikan dalam paparan asap rokok sekunder (pasif), dengan 1,3 persen anak-anak terpapar asap rokok sekunder di dalam rumah pada 2024/2025, turun dari 3,3 persen pada 2015/2016.

Tingkat merokok di kalangan anak muda juga menurun seiring waktu, papar survei tersebut, serta menambahkan bahwa tingkat merokok harian di kalangan anak muda berusia 15-24 tahun kini mencapai 3,2 persen, turun dari 19,2 persen saat survei dimulai 13 tahun lalu.

Namun, prevalensi penggunaan rokok elektrik atau vape harian meningkat tajam, mencapai 11,7 persen pada 2024/2025 dibandingkan dengan hanya 0,9 persen pada 2015/2016.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa upaya terus dilakukan untuk mencapai target Smokefree (Bebas Rokok) 2025 dengan memastikan para perokok memiliki alat dan dukungan praktis untuk berhenti merokok, termasuk akses untuk mendapatkan alternatif yang lebih tidak berbahaya seperti vape.

Wakil Menteri Kesehatan New Zealand Casey Costello mengatakan tantangan saat ini adalah membantu para perokok lanjut usia (lansia) yang telah merokok dalam jangka waktu yang lama untuk berhenti. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.