- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Siaga Banjir! Pemp...
Jakarta Siaga Banjir! Pemprov Gaspol Pompa, Pengerukan, hingga OMC untuk Redam Cuaca Ekstrem
Kamis, 20 Nov 2025, 10:55 WIBJAKARTA -Â Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat seluruh strategi antisipasi banjir sebagai respons terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di ibu kota. Langkah ini digerakkan melalui optimalisasi infrastruktur pengendali banjir serta peningkatan pengawasan lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan seluruh peralatan pendukung penanganan banjir berada dalam kondisi siap operasi. Setiap perangkat juga telah dipetakan untuk ditempatkan sesuai kerawanan wilayah yang berpotensi mengalami genangan.
"Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur," tandasnya.
Pemprov DKI menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat beroperasi maksimal saat curah hujan meningkat. Data hingga 15 November 2025 menunjukkan terdapat 560 pompa stasioner yang tersebar di 191 lokasi dan 627 pompa mobile di lima wilayah administrasi.
Pompa mobile disiapkan untuk menyasar titik genangan yang tidak terlayani pompa stasioner. Peralatan ini dapat bergerak cepat ke area kritis yang membutuhkan intervensi segera.
Di sisi lain, pemeliharaan badan air juga terus dilakukan secara masif oleh Dinas SDA. Total volume pengerukan mencapai 756.000 meter kubik yang tersebar di 1.876 titik pengerukan di seluruh wilayah Jakarta.
Sebaran pengerukan terdiri dari 786 titik di Jakarta Timur, 290 titik di Jakarta Barat, 546 titik di Jakarta Utara, 93 titik di Jakarta Selatan, dan 161 titik di Jakarta Pusat. Setiap pengerukan dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan kapasitas tampung badan air tetap optimal.
Untuk mendukung seluruh pengerukan tersebut, SDA mengoperasikan 258 unit excavator dan 449 unit dump truck di berbagai lokasi. Penerapan Nature-Based Solutions (NBS) juga dilakukan pada pembangunan waduk, situ, dan embung untuk menambah ketahanan pengelolaan air.
Penanganan banjir rob di kawasan pesisir turut diperkuat melalui pompa stasioner, pompa mobile, dan pintu air. Suku Dinas SDA Jakarta Utara menyiagakan sejumlah rumah pompa dan pintu air sebagai bagian dari kesiapsiagaan penuh.
Daftar lokasi yang disiagakan meliputi Pintu Air Marina, Pompa Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, Pompa Tanjungan, Rumah Pompa Waduk Pluit, dan Rumah Pompa Polder Kamal. Seluruh titik pengendali banjir rob tersebut berfungsi untuk menahan air laut yang dapat masuk ke wilayah daratan.
Selain itu, sebanyak 3.908 personel Pasukan Biru turut disebar ke seluruh wilayah Jakarta. Para petugas ini bertanggung jawab melakukan pemantauan lapangan serta memastikan aliran air tetap berjalan tanpa hambatan.
"Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bersama," tuturnya.
Informasi gelombang laut dan banjir rob dapat diakses melalui situs BPBD, aplikasi JAKI, dan layanan darurat 112. Ketiga kanal tersebut disiapkan untuk memastikan informasi cepat diterima masyarakat.
Upaya antisipasi juga diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. BPBD melakukan peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan ekstrem yang dapat memicu genangan maupun banjir.
"Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG. BPBD akan bertindak cepat apabila potensi cuaca ekstrem meningkat," ujar Isnawa.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan sejak awal November untuk menekan potensi curah hujan tinggi. OMC digelar selama enam hari dengan total 14 sortie penerbangan dan durasi 29 jam 24 menit.
Selama operasi tersebut, sebanyak 11.200 kilogram NaCl ditaburkan menggunakan pesawat Casa 212-400 TNI AU. Proses penyemaian dilakukan untuk mengurangi potensi awan hujan yang berpotensi menimbulkan banjir di Jabodetabek.
Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas OMC mencapai pengurangan curah hujan sebesar 49,58 persen dari prediksi awal. Angka ini menjadi indikator keberhasilan OMC dalam mereduksi potensi dampak cuaca ekstrem.
BPBD DKI juga menurunkan 267 Petugas Penanganan Bencana (P2B) ke seluruh kelurahan. Langkah ini bertujuan memastikan respons cepat dapat dilakukan jika terjadi peningkatan risiko bencana.
Di tingkat wilayah, koordinasi lintas instansi terus ditingkatkan untuk memperkuat mitigasi. Kolaborasi dilakukan bersama PPSU, FKDM, LMK, RT/RW, dan Tagana untuk memastikan kesiapsiagaan berlangsung di seluruh kecamatan.
"Kami terus berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap langkah mitigasi berjalan optimal. Tujuan kami adalah menekan risiko genangan dan banjir, sekaligus menjaga keselamatan warga," jelas Isnawa.
- Banjir
- musim hujan
- Cuaca Ekstrem
- Banjir Jakarta
- Cuaca
- pompa air
- Mitigasi Banjir
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.