Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Lampung Imbau Petani Mitigasi Curah Hujan Tinggi Cegah Puso

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 16:28 WIB | Oleh:
BPBD Lampung Imbau Petani Mitigasi Curah Hujan Tinggi Cegah Puso Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Ket. Lahan pertanian di Kabupaten Lampung Timur saat hendak dilakukan pengolahan lahan saat memasuki musim penghujan.

Bandarlampung -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengimbau petani yang ada di daerahnya agar dapat memitigasi adanya curah hujan tinggi agar mencegah terjadinya puso di lahan pertanian.

"Saat ini memang sebagian besar wilayah pertanian di Lampung sudah memasuki musim tanam tiga, dan kondisi cuaca cukup ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat saat dihubungi di Bandarlampung, Kamis.

Ia pun mengimbau kepada kelompok tani agar dapat melakukan langkah mitigasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi, salah satunya dengan mengurus asuransi usaha tani padi (AUTP).

"Kami mengimbau gabungan kelompok tani agar bisa segera mengurus asuransi pertanian, sebagai mitigasi kalau terjadi banjir akibat curah hujan tinggi dan membuat sawah menjadi puso. Sebab asuransi tani ini penting sekali, untuk memitigasi risiko sebab akan ada perlindungan kepada petani dari kerugian akibat gagal panen," katanya.

Dia menjelaskan petani juga perlu meningkatkan kecakapan dalam memahami perubahan iklim dan informasi cuaca melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim.

"Sekarang potensinya adalah banjir karena kemarau basah, kalau untuk titik panas di Lampung karena sepanjang tahun ini penuh dengan hujan. Maka tidak ditemukan titik panas. Bahkan secara nasional Gugus Tugas Karhutla sudah dibubarkan karena suhu yang panas beberapa waktu kemarin tidak terlalu berpengaruh terhadap kebakaran hutan dan lahan," ucap dia.

Menurut dia, dengan kondisi kemarau basah yang terjadi di sepanjang tahun ini, Lampung sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian cukup luas harus terus mengantisipasi dan memitigasi adanya dampak cuaca ekstrem bagi sektor pertanian.

"Bencana angin kencang memang sudah terjadi, oleh karena itu potensi-potensi bencana hidrometeorologi tersebut harus diantisipasi dengan tetap memperhatikan informasi cuaca, mengurus asuransi pertanian dan mengatur saluran air yang ada di lahan pertanian," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.