Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

19.809 KK di Mataram NTB Telah Terima BLTS

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 17:54 WIB | Oleh:
19.809 KK di Mataram NTB Telah Terima BLTS Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Uang bantuan langsung tunai sementara (BLTS) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan sebanyak 19.809 kepala keluarga (KK) pada desil 1 sampai desil 4 dalam data tunggal sosial ekonomi nasional, sudah mendapatkan bantuan langsung tunai sementara (BLTS) sebesar Rp900.000 per KK.

"BLTS tersebut diterima langsung oleh setiap KK melalui rekening masing-masing yang dikirim melalui bank-bank himpunan bank negara (Himbara)," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Kamis (20/11).

Menurutnya, BLTS yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut merupakan jatah selama tiga bulan yakni mulai bulan Oktober, November, dan Desember dengan nominal bantuan per bukan Rp300.000 per KK.

Pencairan BLTS bagi 19.809 KK tersebut, merupakan pencairan tahap pertama, karena masih ada pencairan tahap kedua yang akan diberikan bagi sekitar 5.163 KK yang saat ini datanya masih diverifikasi.

"Untuk tahap dua, pencairan BLTS dilakukan setelah verifikasi selesai. Kami targetkan pekan ini bisa selesai," katanya.

Menurutnya, data awal calon penerima BLTS di Kota Mataram dari data desil 1-4 tercatat sebanyak 27.125 KK. Setelah dilakukan verifikasi terdapat 2.153 KK dikeluarkan atau dicoret karena dinilai tidak layak dapat BLTS.

Pencoretan ribuan KK menjadi penerima BLTS antara lain, katanya, calon penerima sudah memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan di atas upah minimum regional (UMR).

Seperti ada yang sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), atau yang bekerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Mereka sudah punya pekerjaan tetap dan mendapat gaji di atas UMR, menjadi alasan kami mengeluarkan dari calon penerima BLTS," katanya.

Menurutnya, desil 1 sampai 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), merangkum kelompok masyarakat yang juga menjadi penerima program bantuan reguler, seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Sementara, terkait adanya potensi penerima dobel yakni masyarakat yang sudah menerima PKH atau BPNT juga menerima BLTS, Kementerian Sosial telah memberikan arahan membiarkan tetap menerima.

"Dari Kementerian Sosial menyatakan dibiarkan saja, sebab itu disebut menjadi penebalan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.