Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Warga Waspadai Banjir Rob di NTB saat Fase Bulan Baru

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Warga Waspadai Banjir Rob di NTB saat Fase Bulan Baru Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Warga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB.

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya potensi banjir rob di sekitar perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) 19 sampai 26 November 2025 akibat kemunculan fase bulan baru.

"Kami imbau warga agar waspada dan siaga menghadapi dampak dari pasang air laut maksimum," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, di Mataram, Rabu (19/11).

Fase bulan baru terjadi akibat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga Bulan tampak gelap dari Bumi lantaran sisi terang sepenuhnya menghadap Matahari. Ketika fase bulan baru, kata dia, maka air laut mengalami pasang akibat daya tarik gravitasi Bulan dan Matahari yang sejajar dengan Bumi.

BMKG memperkirakan ketinggian pasang maksimum di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, dapat mencapai lebih dari 1,9 meter dengan waktu pasang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 02.00 WITA.

Satria mengatakan pasang air laut maksimum di Sape, Kabupaten Bima, diperkirakan lebih dari 1,8 meter dengan waktu pasang terjadi pada pukul 21.00 sampai 05.00 WITA.

"Ketinggian gelombang laut di Lembar maupun Sape berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter," ujarnya.

Lebih lanjut, Satria mengungkapkan banjir rob berpotensi terjadi di sepanjang kawasan pesisir NTB, mulai dari Lembar, Ampenan, Sekarbela, Jerowaru, Labuhan Lombok, Labuhan Badas, Palibelo, Soromandi, Asakota, hingga Sape.

Kondisi geografis NTB sebagai provinsi kepulauan dengan 403 pulau memberikan dampak besar saat terjadi banjir rob. Sebanyak 292 desa atau sekitar 25 persen dari total 1.166 desa/kelurahan di NTB berbatasan langsung dengan laut.

Nelayan hanya pergi melaut pada pagi hingga siang hari saat gelombang masih tenang. Ketika malam hari, mereka menarik kapal sejauh mungkin dari garis pantai guna menghindari kerusakan akibat gelombang pasang mendadak.

Banjir rob yang melanda pesisir Desa Kuranji di Kabupaten Lombok Barat membuat nelayan setempat harus memarkirkan perahu mereka ke tengah jalan aspal agar tidak dirusak banjir rob.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Cari Samsat Keliling Terdek...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.