Menkop di DPR: Kopdes/Kel Merah Putih Akan Operasional pada 2026 Sesuai Perintah Presiden

Selasa, 18 Nov 2025, 23:19 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota memastikan pembangunan hingga operasional seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat dilakukan sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Kopdes/Kel Merah Putih ini akan sepenuhnya beroperasi secepatnya pada tahun 2026 sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto," kata Menkop dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kanan) didampingi Wakil Menteri Koperasi Farida Faricha (kiri) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen,Dalam rapat tersebut Ferry menyampaikan bahwa pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Rampung pada Maret hingga April 2026. — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

Dia menyampaikan percepatan pembangunan gerai, gudang sarana prasarana lainnya tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17/ 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Presiden mengharapkan setiap desa memiliki gudang, gerai, kendaraan, serta kelengkapan untuk operasional Kopdes. Setelah beroperasi koperasi ini diharapkan tidak hanya sebagai pusat distribusi barang, tetapi juga sebagai offtaker terhadap hasil produksi masyarakat," ujarnya.

Ferry menyebut pihaknya telah menandatangani Keputusan Bersama (SKB) untuk melakukan akselerasi pembangunan gerai, pergudangan, dan fasilitas Kopdes Merah Putih dengan lintas sektoral terutama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, BP BUMN dan BPI Danantara.

"Dalam pembangunan gerai dan aset fisik lainnya ini, PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk sebagai offtaker dalam membangun gerai, gudang dan aset fisik lainnya," jelasnya.

Untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan tidak memunculkan permasalahan di masa mendatang, Kementerian Koperasi terlebih dahulu melakukan inventarisasi lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan di desa-desa atau kelurahan.

Ia menambahkan setelah data tanah diserahkan kepada Kemenkop, lahan tersebut segera dilakukan verifikasi faktual untuk kemudian diteruskan ke PT Agrinas untuk proses pembangunannya.

"Data tanah yang sudah masuk yang tercermin melalui Simkopdes sebanyak 30.500 titik tanah dan dikonfirmasi oleh Agrinas bahwa pada November 2025 ini diharapkan 25.000 titik dapat dibangun (gerai, gudang dan sarana fisik lainnya," beber Ferry.

Dari sisi penyiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola Kopdes Merah Putih, Kemenkop saat ini telah merekrut dan melatih 7.867 Business Assistant (BA) sebagai pendamping utama Kopdes.

Setiap BA diharapkan bertanggung jawab pada 10 koperasi untuk membantu penyusunan rencana bisnis, pengurusan administrasi, hingga memastikan operasional gerai berjalan optimal.

Selain itu, Kemenkop juga telah melatih 1.104 Project Management Officer (PMO) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan kepada Dinas Koperasi di daerah, melaporkan dan memastikan seluruh operasional sesuai standar sehingga pengelolaan program Kopdes dapat tertib, transparan dan dipertanggungjawabkan.

Menkop menekankan pemerintah daerah juga memegang peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan gerai aset fisik melalui percepatan pemberian izin, penyelesaian konflik tanah, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan.

Ferry menjelaskan Kemenkop telah menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan supervisi teknis terkait pembangunan gerai, gudang dan aset fisik lainnya.

Sementara itu Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menjelaskan, pihaknya ditunjuk berdasarkan SKB No. 17/2025 untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai dan gudang Kopdes Merah Putih.

Ia menyebut keberadaan 80 ribu titik pembangunan bukan jumlah kecil sehingga Agrinas butuh menggandeng TNI melalui pola karya bakti padat karya agar pembangunan dapat dilakukan langsung dan cepat.

Joao memastikan, pihaknya berupaya menggunakan bahan baku dari pemasok lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat sekitar.

Bahkan untuk beberapa daerah seperti Papua dan wilayah pesisir, Agrinas memerlukan dukungan TNI untuk pengiriman bahan bangunan menggunakan helikopter atau transportasi khusus.

Sebagai upaya memperkuat pengawasan, Agrinas juga menggandeng perguruan tinggi, khususnya fakultas teknik, agar mahasiswa semester akhir dapat terlibat melakukan monitoring lapangan.

Hingga saat ini, Agrinas telah menyelesaikan pembangunan 15.788 bangunan atau 16,44 persen dalam sekitar 15 hari sejak pendanaan dicairkan pada 28 Oktober.

Pihaknya juga memasang target pembangunan 2.930 titik per hari, meski realisasi saat ini baru sekitar 1.200 titik.

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini memberikan apresiasi atas capaian Kemenkop yang dinilai cepat dalam membentuk 82.426 unit Kopdes Merah Putih yang telah berbadan hukum guna memperkuat ekonomi desa.

Namun Anggia menilai masih terdapat sejumlah kesenjangan yang perlu diurai, khususnya terkait ketersediaan infrastruktur fisik dan kapasitas pendamping BA dan PMO di lapangan.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M. Nurdin Halid menekankan pentingnya pendampingan sebagai kunci keberhasilan Kopdes Merah Putih.

Ia menilai rasio satu BA mendampingi 10 koperasi terlalu berat, terutama di daerah yang belum memahami konsep koperasi secara utuh. Tanpa manajemen yang kuat, gerai dan gudang tidak akan berfungsi optimal.

"Program Koperasi Desa ini tidak boleh gagal, jadi apapun upaya yang harus dilakukan harus menuju pada jalan menuju keberhasilan maka Pak Menteri (Ferry Juliantono) harus bekerja keras," kata Nurdin.

  • Kopdes Merah Putih

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.