Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lambat Pencarian Korban Longsor Cilacap, Petugas Fukus Desa Tarukahan

📅 Senin, 17 Nov 2025, 14:07 WIB | Oleh:
Lambat Pencarian Korban Longsor Cilacap, Petugas Fukus Desa Tarukahan Doc: ist
Ket. pencarian korban

CILACAP – Cukup lambat pencarian korban karena tebalnya tanah yang menutup para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini lebih focus mencari korban di desa Tarukahan. Petugas BNPB menyatakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diperluas pada hari kelima masa penanganan darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa perluasan area pencarian dilakukan karena tim menemukan sejumlah titik baru yang diduga sebagai lokasi tertimbunnya korban.

Tim SAR gabungan kemudian membagi sektor pencarian agar proses evakuasi berjalan lebih cepat dan terukur. Dengan strategi tersebut, hingga pukul 11.00 WIB, tim berhasil menemukan tiga jenazah, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang. Sementara itu, tujuh warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

Abdul menjelaskan operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pengerahan personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Setiap sektor pencarian dipimpin komandan lapangan untuk memastikan koordinasi berjalan efisien.

Upaya evakuasi diperkuat dengan dua unit alat berat tambahan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Cilacap dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Alat berat digunakan untuk mengangkat material longsoran yang memiliki ketebalan cukup signifikan. Menurut Abdul Muhari, kondisi cuaca cerah pada pagi hari turut memperlancar operasi, memungkinkan tim bekerja tanpa hambatan akibat hujan maupun tanah licin seperti yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Selain penyisiran menggunakan alat berat, petugas juga melakukan pencarian manual pada area yang tidak dapat dijangkau mesin besar. Metode kombinasi ini disebut efektif untuk menemukan korban di titik-titik yang lebih sempit. Ia menegaskan bahwa BNPB terus memantau perkembangan operasi SAR dan memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan tim di lapangan dapat terpenuhi agar proses pencarian korban dapat diselesaikan secepat mungkin.

Dusun Tarukahan

Sementara itu, Tim SAR gabungan memusatkan pencarian korban longsor di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah penyisiran di Worksite A-2 dinyatakan selesai setelah ditemukannya tiga korban pada operasi hari kelima, Senin.

"Bahwasanya pada pukul 08.57 WIB tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi saudara kita atas nama Nina Nurfauzia, 9 tahun, dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Senin.

Selanjutnya pada pukul 09.37 WIB, kata dia, tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi korban atas nama Wafiq Nir Ainidzahra (15) dalam kondisi meninggal dunia. Tidak lama berselang, lanjut dia, tim SAR gabungan juga telah menemukan dan mengevakuasi korban atas nama Cahyanto (57) pada pukul 09.50 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut dia, ketiga jenazah korban ditemukan di Worksite A-2 yang masuk wilayah Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying. "Artinya Worksite A-2 sudah kami declare (nyatakan) selesai, maka tim SAR yang berada di Worksite A-2 kami pindahkan untuk penguatan pada Worksite B-1 dan Worksite B-2," kata Abdullah selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.

Berdasarkan data sementara hingga Senin (17/11), pukul 11.30 WIB, total korban terdampak longsor berjumlah 46 orang, terdiri atas 23 orang selamat, 14 meninggal dunia, dan tujuh orang lainnya masih dalam pencarian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.