Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Nataru, Inflasi Volatile Food Jatim Tinggi, Legislator: Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah!

📅 Senin, 17 Nov 2025, 22:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Jelang Nataru, Inflasi Volatile Food Jatim Tinggi, Legislator: Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah! Doc: istimewa
Ket. Masyarakat antre membeli bahan pangan

JAKARTA-Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyoroti tingginya inflasi dari volatile food di Jawa Timur yang tercatat berada di atas 5 persen. Menurutnya, angka inflasi yang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terlebih menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang kerap memicu lonjakan kebutuhan masyarakat.

Diketahui, volatile food adalah inflasi atau harga pangan yang bergejolak, dipicu oleh berbagai faktor seperti musim panen, gangguan alam, dan perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun internasional. Contohnya adalah kenaikan harga cabai merah dan telur ayam ras yang sering menjadi penyumbang inflasi, serta fluktuasi harga komoditas lain seperti bawang merah dan daging ayam ras.

Harris menilai berbagai program peningkatan produktivitas yang dipaparkan Bank Indonesia belum terlihat menyeluruh di seluruh wilayah. 

“Untuk Jawa Timur ini ada temuan yang menarik ya, bahwa inflasi untuk volatile food ini di atas 5 persen. Ini satu angka yang cukup tinggi, walaupun tadi Bank Indonesia sudah memaparkan banyak program-program yang dilakukan,” ujar Harris dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (17/11)

Harris menyoroti salah satu program klaster peningkatan produktivitas yang dilaporkan Bank Indonesia, khususnya terkait peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Ngawi dari 5,5 ton menjadi 8,3 ton per hektare. Namun, ia menilai penyajiannya belum cukup komprehensif.

“Yang jadi persoalan adalah Bank Indonesia hanya memaparkan kenaikan produktivitas padi di satu daerah, yaitu Ngawi. Daerah lain seperti apa datanya? Lalu, berapa persentase dari seluruh luas tanam yang sudah tersentuh program BI? Angkanya kemungkinan masih kecil, sehingga ini menjadi catatan,” tegasnya.

Terkait kesiapan menghadapi momentum Nataru, Harris menekankan pentingnya langkah antisipatif yang lebih konkret. Menurutnya, kebijakan generik tidak cukup untuk menghadapi potensi gangguan pasokan atau cuaca ekstrem yang dapat memicu gejolak harga.

“Ini menjelang Nataru. Antisipasinya seperti apa supaya volatile goods bisa dijaga? Jangan hanya hal-hal generik. Kalau terjadi gangguan pasok atau cuaca, harus ada langkah yang jelas,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Meski data pemerintah menunjukkan stok pangan berlimpah, Harris menilai kondisi di lapangan tidak mencerminkan hal tersebut. Harga beras, ungkapnya, justru terus mengalami kenaikan.

“Padahal kelihatannya stok berlimpah. Faktanya harganya naik terus. Harga beras sudah di atas Rp12.800. Walaupun data Kementerian Pertanian menyebut kita kelebihan dan bahkan akan impor, di banyak daerah justru mengalami kekurangan,” jelasnya.

Harris menyampaikan bahwa Komisi XI akan mempelajari lebih lanjut temuan-temuan tersebut sebagai bahan untuk merumuskan solusi. Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi jika pasokan memang tersedia.

“Nanti kita akan pelajari dan kita akan bicara mencari solusinya. Kalau memang pasokannya lebih, posisinya ada di mana? Apakah ada di Bulog atau di mana? Distribusinya harus merata,” ujar Harris.

Lebih lanjut, ia menilai operasi pasar bukan kebijakan yang mampu memberikan stabilisasi jangka panjang. Kebijakan tersebut, menurutnya, hanya menurunkan harga sementara di lokasi tertentu.

“Operasi pasar hanya memadamkan ketegangan sesaat dan hanya lokal di satu daerah. Kalau yang sifatnya sustainable, itu tidak bisa dilaksanakan hanya dengan operasi pasar,” tutup Harris. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Banten Memperoleh Kado HUT ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Olahraga
Arab Saudi Diam-Diam Hentik...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.