Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Menjadi Anugerah Warga Badui karena Tanaman Padi Huma Menjadi Subur

📅 Senin, 17 Nov 2025, 13:51 WIB | Oleh:
Hujan Menjadi Anugerah Warga Badui karena Tanaman Padi Huma Menjadi Subur Doc: ist
Ket. lahan tanam badui

LEBAK – Hujan lebat yang belakangan banyak mengguyur kawasan Badui luar dan dalam membawa berkah tersendiri. Hujan menyuburkan tanaman yang mengandalkan air hujan seperti padihuma. Para petani Suku Badui pedalaman Kabupaten Lebak, Banten bersyukur tanaman padi huma atau padi gogo di lahan darat tumbuh subur usai hujan deras.

"Kami berharap tanaman padi huma tumbuh subur dan menghasilkan produksi pangan dan peningkatan ekonomi keluarga," kata Santa (55) seorang petani Badui saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Senin. Tanaman padi huma yang usianya sudah satu bulan lebih tumbuh subur, karena beberapa pekan terakhir di wilayahnya cenderung curah hujan meningkat. Selain tanaman padi huma juga jagung, pisang, kencur, jahe, cabai dan sayuran dengan sistem tanam tumpang sari di satu kawasan tumbuh subur.

"Kami berharap semua tanaman itu di lahan satu hektare bisa dipanen dan menghasilkan pangan keluarga dan ekonomi," katanya. Menurut dia, masyarakat Badui mengembangkan pertanian ladang untuk menghasilkan pangan dan ekonomi ada yang tiga bulan sekali, seperti sayuran, jagung, dan kacang tanah.

Selain itu juga ada pendapatan ekonomi untuk satu tahun yakni tanaman jahe, dan kencur juga ada lima tahun sekali tanaman keras, di antaranya Albasia. Sedangkan, kata dia, padi huma bisa dipanen selama enam bulan untuk konsumsi pangan keluarga. "Kita merasa terbantu ekonomi dan ketersediaan pangan dari hasil bercocok tanam ladang itu," katanya.

Sudin (50) dan Kubil (45) petani Badui mengaku dirinya mengembangkan pertanian ladang huma seluas satu hektare di lahan dua hektare dengan sistem sewa tumbuh subur, karena curah hujan cukup tinggi. Pertanian ladang itu dengan sistem tumpang sari dan menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui secara turun temurun.

"Kami puluhan tahun mengembangkan pertanian ladang dan bisa memenuhi ketersediaan pangan keluarga dan ekonomi," kata Sudin. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan kehidupan ekonomi masyarakat Badui sejak dulu hingga kini dari pertanian ladang untuk memenuhi ketersediaan pangan dan pendapatan ekonomi.

Karena itu, masyarakat Badui belum pernah mengalami kerawanan pangan, apalagi sampai kelaparan, sebab mereka memiliki cadangan pangan 8.000 leuit atau rumah pangan. Jumlah lumbung yang ada 8.000 leuit dari 4.000 keluarga dengan penduduk 13.309 jiwa dan dari 8.000 lumbung pangan itu, jika rata-rata tiga ton/lumbung, berarti jumlah total 24 ribu ton gabah. "Kami meyakini stok pangan di lumbung itu bisa dijadikan pangan keluarga jika terserang hama maupun bencana alam," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.