Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai Dihantam Topan, Kini Filipina Dilanda Aksi Demonstrasi Besar

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 19:36 WIB | Oleh:
Usai Dihantam Topan, Kini Filipina Dilanda Aksi Demonstrasi Besar Doc: AFP/JAM STA ROSA

ISTANBUL - Ribuan warga Filipina, Minggu (16/11), berkumpul dalam dua demonstrasi besar di Metro Manila, menuntut akuntabilitas dan transparansi pemerintah setelah dua topan mematikan menghantam negara itu.

Sebanyak 16.433 polisi akan ditempatkan di dua lokasi demonstrasi utama, yaitu Taman Rizal di Manila, tempat kelompok keagamaan Iglesia Ni Cristo (INC) menyelenggarakan "Aksi untuk Transparansi dan Demokrasi yang Lebih Baik."

Tempat lainnya adalah di Monumen Kekuatan Rakyat EDSA di Kota Quezon, tempat United People's Initiative (UPI) mengadakan acaranya sendiri.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengamati dengan saksama protes berskala besar tersebut, kata Pelaksana Tugas Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Dave Gomez pada Minggu, menurut Philippine News Agency.

"Ya, presiden memantau hari ini," kata Gomez kepada wartawan, saat ribuan anggota dan pendukung INC memulai protes tiga hari mereka di Taman Rizal Manila.

Hingga pukul 11.00 pagi waktu lokal (pukul 10.00 WIB), pemerintah Kota Manila melaporkan jumlah peserta mencapai 27 ribu orang.

Sementara itu, demonstrasi di Kota Quezon, yang diselenggarakan oleh United People's Initiative -- sebuah kelompok yang dipimpin oleh pensiunan perwira militer -- bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dengan menyerukan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dalam pemerintahan.

Tidak akan ada agenda politik dalam demonstrasi di Kota Quezon, kata Sekretaris Jenderal UPI, Rey Valeros, kepada para wartawan, menurut Inquirer.

"Tidak ada politisi yang boleh berbicara. Namun, kami akan mengizinkan mereka, jika mereka hanya berbicara tentang masalah negara kami, seperti korupsi," ujarnya.

Demonstrasi tersebut terjadi setelah negara Asia Tenggara itu dilanda Topan Fung-wong dan Topan Kalmaegi bulan ini, yang menewaskan sedikitnya 259 orang dan memengaruhi jutaan lainnya, sementara 114 orang masih hilang.

Pada September, ribuan orang menggelar protes di berbagai wilayah Filipina, termasuk ibu kota Manila, menentang dugaan korupsi.

Demonstrasi meletus setelah terdeteksinya penipuan massal di sekitar 9.855 proyek pengendalian banjir yang bernilai lebih dari 545 miliar peso.

Para pengunjuk rasa menuntut akuntabilitas dari para politisi korup, penerbitan laporan yang merinci aset, liabilitas, dan kekayaan bersih, serta penandatanganan surat pernyataan persetujuan pembukaan data rahasia bank oleh seluruh pejabat pemerintah. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Juara di WTA 500 Singapore ...
Olahraga
Cedera Ringan, Alexander Is...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.