Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Komdigi Ajak KIM Seluruh Daerah Dukung Kampanye PP Tunas

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 17:33 WIB | Oleh:
Kementerian Komdigi Ajak KIM Seluruh Daerah Dukung Kampanye PP Tunas Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Tangerang
Ket. Sekretaris Direkrorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mediodecci Lustarini sedang menjelaskan mengenai kampanye PP TUNAS pada acara KIMFestival 2025 di Kota Tangerang. .

TANGERANG - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh daerah dapat berperan aktif mendukung kampanye peraturan pemerintah (PP) tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak (Tunas).

Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mediodecci Lustarini di Tangerang, Minggu (16/11) mengatakan PP Tunas sebagai salah satu langkah strategis untuk menciptakan ekosistem ruang digital yang aman, ramah, dan etis bagi generasi muda khususnya anak-anak di bawah umur.

Pemerintah, katanya, menilai selama ini KIM telah berkontribusi besar sebagai garda terdepan dalam menggencarkan literasi digital yang menyentuh masyarakat secara langsung.

"Kami berharap KIM ke depannya dapat berpartisipasi turut serta mengawal implementasi PP Tunas untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak dengan menggalakkan literasi digital di lingkungannya masing-masing, seperti memberikan edukasi bagi orang tua, guru, dan sebagainya," kata Mediodecci dalam keterangannya.

Ia mengatakan Pemerintah akan mendorong PP Tunas sebagai payung hukum untuk mewajibkan platform digital memprioritaskan aspek perlindungan anak lewat dua inovasi teknologi yang sedang dikembangkan.

Inovasi fitur verifikasi usia anak dan fitur persetujuan orang tua yang terintegrasi untuk membatasi akses ruang digital anak di bawah umur tidak mengarah pada konten negatif dan membahayakan, seperti pornografi, cyberbullying, judi online, dan sebagainya.

"Kami akan memfokuskan PP Tunas untuk melindungi anak-anak di bawah umur dari potensi buruk di balik ruang digital yang sedang berkembang pesat, mulai dari resiko kontak dengan orang asing, resiko konten pornografi dan kekerasan, resiko eksploitasi anak sebagai konsumen, resiko data pribadi, serta resiko adiksi yang dapat mengganggu pertumbuhan fisiologis dan psikologis bagi anak," ujar Mediodecci.

Selain itu, pemerintah juga mengajak semua lapisan masyarakat dapat berkontribusi mendukung PP Tunas dengan meningkatkan pengawasan aktivitas anak-anak di bawah umur di ruang digital untuk menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

"Tidak hanya itu, KIM juga bisa berperan sebagai kolaborator bila menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh platform digital dengan cara melaporkan ke Komdigi," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.