Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Ekraf dan BPS Berkolaborasi Berdayakan Animator Lokal

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 23:27 WIB | Oleh:
Kementerian Ekraf dan BPS Berkolaborasi Berdayakan Animator Lokal Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekraf
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyerahkan video animasi publikasi Sensus Ekonomi 2026 kepada Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Sabtu (15/11).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi untuk memberdayakan animator lokal.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelibatan animator lokal dalam pembuatan pengumuman layanan publik (Public Service Announcement/PSA) mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya telah menyerahkan video animasi publikasi Sensus Ekonomi 2026 kepada Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rangkaian Rapat Koordinasi Teknis dan Evaluasi Kegiatan 2025 serta Finalisasi Persiapan Survei Ekonomi 2026 di Jakarta pada Sabtu (15/11).

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Minggu (16/11), Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa kedua lembaga bekerja sama untuk memberdayakan animator lokal dengan melibatkan mereka dalam pembuatan materi komunikasi publik pemerintah.

Dalam kerangka kerja sama tersebut, BPS melibatkan RUS Animation dalam pembuatan materi sosialisasi sensus ekonomi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada BPS atas kolaborasi yang selama ini terjalin dan kepada RUS Animation atas kerja sama pembuatan PSA Sensus Ekonomi 2026. Ini merupakan langkah konkret implementasi MoU antara Kemenekraf dan BPS dalam memperkuat komunikasi publik melalui pendekatan kreatif," kata Teuku Riefky.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memfasilitasi para kreator animasi muda untuk bekerja sama dengan BPS.

"Video berdurasi singkat ini memberi makna besar bagi kami. Ini merupakan bentuk konkret sinergi antarlembaga dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," katanya mengenai video animasi untuk publikasi sensus ekonomi 2026.

"Karya animator muda SMK Raden Umar Said Kudus membuktikan bahwa kreativitas kita luar biasa. Video ini kami maknai sebagai 'A Token of Friendship' yang akan terus kami rawat," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa Sensus Ekonomi 2026 juga akan mencakup pendataan indikator-indikator kemajuan dan pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.