Jakarta Lakukan Penopingan Massal Hadapi Musim Hujan, Distamhut Siaga 24 Jam Cegah Pohon Tumbang

Minggu, 16 Nov 2025, 09:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota melaksanakan kerja bakti penopingan pohon secara serentak di lima wilayah kota sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan. Kegiatan ini dilakukan untuk merespons potensi angin kencang yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun dan berpotensi menimbulkan kerawanan pada pohon-pohon besar di sejumlah titik.

Kegiatan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Fajar Sauri, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan intensitas hujan, potensi angin kencang, dan hujan ekstrem yang dapat terjadi secara sporadis hingga Desember.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Peringatan tersebut mendorong Distamhut melakukan penopingan dan peremajaan pohon di enam lokasi prioritas yang memiliki mobilitas tinggi. Pengerjaan dilakukan pada akhir pekan atau malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga yang melintasi kawasan tersebut.

Adapun lokasi-lokasi prioritas tersebut meliputi Jalan Panjang di Kebon Jeruk dan Jalan Prof. Moh. Yamin Sutan Syahrir di Menteng. Lokasi lainnya berada di Jalan TB. Simatupang Pasar Minggu, Jalan Danau Sunter Selatan Tanjung Priok, Jalan Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat Cakung, serta Jalan MT. Haryono di Tebet.

Fajar menjelaskan bahwa selain penopingan rutin setiap hari Rabu, pihaknya juga meningkatkan intensitas pemangkasan pohon sepanjang tahun. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan masyarakat di tengah cuaca ekstrem yang sering datang secara tiba-tiba.

"Sejak Januari hingga awal November 2025, sebanyak 63.444 pohon telah kami lakukan penopingan, dan 6.513 pohon sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan warga dan pengguna jalan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (15/10).

Selain penopingan, Distamhut juga melakukan pemetaan risiko menggunakan pendataan spasial untuk mengetahui kondisi pohon secara lebih akurat. Inspeksi visual serta pengukuran kondisi tajuk dan akar turut dilakukan untuk menentukan tingkat risiko pada masing-masing pohon.

Pohon yang masuk kategori risiko tinggi akan mendapatkan penanganan khusus seperti perawatan intensif dan pengurangan massa tajuk. Beberapa pohon yang dinilai membahayakan keselamatan juga direkomendasikan untuk diganti setelah melalui kajian teknis dan pemeriksaan rutin.

Koordinasi diperkuat bersama jajaran kecamatan dan kelurahan untuk mempercepat deteksi dini terhadap laporan pohon miring atau patah. Seluruh laporan dari masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan resmi akan ditindaklanjuti maksimal dalam 1x24 jam, terutama pada periode cuaca ekstrem.

Dalam rangka kesiapsiagaan penuh, seluruh posko Distamhut baik di tingkat provinsi maupun kota disiagakan selama 24 jam. Posko-posko tersebut bertugas menerima laporan dan mengerahkan tim ke lapangan untuk menangani potensi pohon tumbang di berbagai titik.

Posko siaga tersebut meliputi Posko Distamhut Provinsi dengan kontak Suriadih di nomor 0857-7388-5599 dan Sudin Tamhut Jakarta Pusat dengan kontak Hasan Sidik di nomor 0857-1892-1759. Posko lainnya adalah Sudin Tamhut Jakarta Utara dengan kontak Kadir di nomor 0852-8147-3023 dan Sudin Tamhut Jakarta Barat dengan kontak Adji Okta di nomor 0896-7001-4107.

Sudin Tamhut Jakarta Selatan juga disiagakan dengan kontak Syaiful di nomor 0896-1607-5173, sedangkan Sudin Tamhut Jakarta Timur dapat dihubungi melalui Yudha di nomor 0822-4974-5016. Seluruh posko bergerak cepat merespons kondisi darurat terutama ketika angin kencang dan hujan lebat melanda wilayah DKI Jakarta.

Dalam arahannya, Fajar menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh petugas lapangan agar selalu siap menghadapi kondisi darurat. Ia meminta agar armada dan peralatan kerja berada dalam kondisi prima serta memastikan komunikasi antarwilayah berjalan lancar selama kegiatan penanganan pohon.

"Pastikan armada dan peralatan kerja selalu dalam kondisi siap. Komunikasi antarwilayah harus diperkuat. Ketika kondisi darurat terjadi, seluruh unsur harus bergerak cepat dan saling mendukung demi keselamatan warga," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar segera melaporkan keberadaan pohon rawan tumbang melalui kanal pengaduan resmi. Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi dengan warga menjadi elemen penting dalam mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh pohon tumbang selama puncak musim hujan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.