Jakarta Wajibkan Pelajaran Bahasa Asing di Semua SMA/SMK Mulai Tahun Depan, Wagub Rano: Anak Kita Siap Kerja, Tapi Tersandung Bahasa

Jumat, 14 Nov 2025, 14:35 WIB

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh SMA dan SMK di ibu kota akan menambah pelajaran bahasa asing mulai tahun depan sebagai langkah strategis menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Kebijakan ini ditetapkan setelah Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengeluarkan instruksi langsung kepada Dinas Pendidikan DKI untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara menyeluruh.

Instruksi tersebut muncul seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja dari berbagai negara yang membutuhkan pekerja Indonesia dalam jumlah besar setiap tahun. Pemerintah daerah menilai bahwa penguasaan bahasa asing harus dipupuk lebih awal agar siswa siap menghadapi kebutuhan dunia kerja global yang semakin menuntut kompetensi bahasa.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menambahkan bahasa di setiap SMK kita, sekolah perawatan, sekolah kesehatan. Untuk mempersiapkan mereka menjadi pekerja keluar negeri," kata Rano di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Rano menjelaskan bahwa kemampuan bahasa asing masih menjadi hambatan utama bagi calon pekerja migran dari Indonesia, meskipun peluang kerja di luar negeri sangat luas dan terbuka. Ia menilai bahwa Jepang, Mandarin, dan Inggris merupakan bahasa yang paling dibutuhkan karena menjadi syarat masuk di banyak sektor kerja internasional.

"Sebetulnya anak-anak kita siap buat bekerja, hanya problem pertama adalah bahasa asing. Jujur, Dinas Pendidikan kita belum mempersiapkan bahasa dari awal," ujarnya.

Penyesuaian kurikulum ini akan berlaku di seluruh sekolah menengah atas dan kejuruan, terutama SMK yang memiliki orientasi langsung pada dunia kerja. Pemprov DKI memastikan bahwa para siswa nanti akan mendapat bekal bahasa asing secara sistematis sehingga dapat memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan pasar global.

Dinas Pendidikan DKI akan mulai menyusun struktur kurikulum baru yang memasukkan bahasa asing sebagai salah satu muatan wajib di sekolah-sekolah Jakarta. Mekanisme penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang seperti kesehatan, perawatan, teknik, hingga perhotelan yang banyak membutuhkan tenaga terampil untuk ditempatkan di luar negeri.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, menegaskan bahwa permintaan tenaga kerja dari luar negeri saat ini sangat besar dan terus meningkat. Jepang menjadi salah satu negara dengan kebutuhan tenaga kerja terbesar yang mencapai sekitar 750 ribu orang setiap tahun.

Ahnas mengungkapkan bahwa kesiapan teknis pekerja Indonesia sebenarnya sudah cukup baik, tetapi penguasaan bahasa masih menjadi persoalan yang kerap membuat calon pekerja gagal memenuhi kualifikasi. Ia menilai bahwa langkah Pemprov DKI untuk menyiapkan siswa sejak dini adalah bentuk respons tepat atas kebutuhan pasar kerja internasional.

"Sehingga pada waktunya nanti ini bisa didorong untuk mempermudah mengisi jabatan-jabatan yang ada di luar negeri," kata Ahnas.

Data KP2MI per November 2025 menunjukkan terdapat sekitar 359 ribu lowongan kerja luar negeri yang terbuka bagi pekerja Indonesia. Dari angka tersebut, hampir 70 ribu posisi telah terisi, sementara sisanya masih membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa yang lebih baik.

Pemprov DKI menilai bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut kesiapan kompetensi bagi para siswa sejak berada di bangku sekolah. Dengan menambahkan pelajaran bahasa asing, Pemprov berharap para lulusan sekolah menengah di Jakarta dapat mengisi ribuan peluang kerja di berbagai negara.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi yang menjadi syarat utama dalam rekrutmen tenaga kerja internasional. Pemerintah daerah meyakini bahwa pendidikan bahasa sejak awal akan membuka jalan lebih luas bagi lulusan Jakarta untuk bersaing secara global.

Dengan kebutuhan tenaga kerja internasional yang terus bertambah setiap tahun, penambahan pelajaran bahasa asing menjadi langkah krusial untuk memperkuat daya saing generasi muda Jakarta. Pemprov DKI memastikan implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap dan terukur agar seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.