Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes DKI Pastikan Tak Ada Penolakan Pasien Baduy, Semua Faskes Diminta Layani Tanpa Diskriminasi

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Dinkes DKI Pastikan Tak Ada Penolakan Pasien Baduy, Semua Faskes Diminta Layani Tanpa Diskriminasi Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Ibu Kota tetap memberikan pelayanan terbuka tanpa diskriminasi kepada seluruh warga. Kepastian tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta setelah melakukan verifikasi terhadap dugaan penolakan pasien warga Baduy bernama Repan (16), korban pembegalan di kawasan Jalan Pramuka Raya, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan hasil pengecekan lapangan tidak menemukan bukti adanya penolakan pasien sebagaimana diberitakan. "Setelah kami lakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit, hasilnya menunjukkan bahwa klaim penolakan tersebut tidak benar," ujar Ani di Jakarta.

Dinkes DKI telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit, di antaranya RSIJ Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Rojak, RS Evasari, dan RSUD Cempaka Putih. Berdasarkan pemeriksaan catatan administrasi dan konfirmasi manajemen, tidak ada data pasien dengan identitas seperti yang diberitakan.

Manajemen RSIJ Cempaka Putih juga menegaskan bahwa tidak pernah ada pasien bernama Repan yang dirawat di fasilitas tersebut. Mereka memastikan komitmen rumah sakit untuk memberikan layanan kepada semua masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Ani menjelaskan, penelusuran lanjutan menunjukkan bahwa pasien Repan telah mendapatkan penanganan awal di RS St. Carolus sebelum dirujuk dan mendapat perawatan lanjutan di RS Ukrida, Jakarta Barat. Dua kalimat ini memperjelas bahwa proses pelayanan medis tetap berlangsung sesuai prosedur.

Menurut Ani, dugaan penolakan muncul karena setelah mendapatkan perawatan awal, pasien diarahkan untuk melapor ke kepolisian guna keperluan visum. "Prosedur ini merupakan bagian dari tata laksana standar pada kasus dugaan kekerasan, agar dokumentasi medis dapat digunakan sebagai bukti dalam proses hukum," terangnya.

Dinas Kesehatan juga telah menerima rekaman CCTV yang menunjukkan proses pemberian layanan medis kepada pasien. Bukti tersebut semakin menguatkan hasil verifikasi dan membuktikan bahwa pelayanan medis tetap diberikan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam kasus dugaan kekerasan, alur pelayanan medis dimulai dari menstabilkan kondisi pasien, melakukan pencatatan luka, hingga berkoordinasi dengan kepolisian bila diperlukan untuk proses visum. Dua kalimat ini menggambarkan mekanisme medis yang diterapkan di fasilitas kesehatan.

Ani mengimbau masyarakat dan media untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi dan memanfaatkan mekanisme pengaduan Dinas Kesehatan jika menemukan dugaan pelanggaran layanan. "Kami memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta terbuka bagi siapa pun. Bila ada dugaan pelanggaran, kami akan menindaklanjutinya dengan cepat dan transparan," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin berharap kasus pembegalan yang menimpa Repan dapat segera diungkap kepolisian. "Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat sepenuhnya mendukung upaya penegakan hukum atas kasus yang terjadi," ujarnya.

Ia menegaskan telah berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk memastikan penyelidikan berjalan sesuai ketentuan. "Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tambah Arifin.

Warga juga diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor ke aparat bila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan. Dua kalimat ini menutup seruan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan membantu pengungkapan kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.