Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Terluar yang Amat Membutuhkan, Justru Gigit Jari Tak Dapat MBG

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 01:03 WIB | Oleh:
Sekolah Terluar yang Amat Membutuhkan, Justru Gigit Jari Tak Dapat MBG Doc: ist
Ket. perlu banyak bantuan

SIMEULUE – Program makan bergizi gratis (MBG) di kota-kota sebenarnya mesti nanti-nanti saja. Saat ini mestinya diprioritaskan untuk siswa yang benar-benar membutuhkan, seperti mereka yang berada di daerah terluar. Tapi malah pelajar di 3 T justru banyak tidak dapat MBG.

Sekolah Satu Atap terdiri Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pulau Siumat, pulau terluar di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, misalnya, tidak dapat MBG. Mereka amat mengharapkan kehadiran MBG.

Kepala SDN dan SMP Satu Atap Desa Pulau Siumat, Safii di Simeulue pada Rabu mengatakan penyaluran MBG masih menunggu pembangunan dapur khusus sebagai syarat utama realisasi program tersebut

"Sampai hari ini Program MBG belum masuk ke sekolah kami. Masyarakat dan wali murid mengharapkan kehadiran program tersebut guna meningkatkan asupan gizi peserta didik," katanya.

Sekolah Satu Atap SD dan SMP Pulau Siumat berstatus daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Sekolah tersebut berada di wilayah administrasi Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Sekolah Satu Atap SD dan SMP Pulau Siumat memiliki 82 peserta didik dengan 23 guru. Sekolah tersebut berjarak sekitar 11 mil dari Pulau Simeulue yang merupakan pulau induk di Kabupaten Simeulue.

Safii mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan pihak terkait agar anak-anak di Sekolah Satu Atap tersebut bisa menerima makanan bergizi seperti sekolah lainnya.

"Dari koordinasi tersebut kami menerima informasi dapur untuk Program MBG belum tersedia dan masih mencari lokasi untuk pembangunan dapur di sekolah tersebut," katanya.

Sebelumnya, kata Safii, pihak sekolah telah menyiapkan lahan untuk dapur MBG. Namun hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut pembangunan dapur tersebut.

Oleh karena peserta didik belum menerima Program MBG, kata dia, memunculkan pertanyaan dari masyarakat dan wali murid terkait alasan keterlambatan. Apalagi Program MBG sudah lama berjalan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah lainnya di Kabupaten Simeulue.

"Masyarakat dan wali murid mempertanyakan kenapa Program MBG di sekolah mereka belum masuk. Padahal sejumlah sekolah lain sudah lama menerimanya," kata Safii.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatera.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 94 ribuan jiwa.


Pewarta : M.Haris Setiady Agus

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Nasional
BMKG Ingatkan Warga Tajung ...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.