Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parah! Gudang Bulog Bersebelahan dengan TPA di Mataram NTB, Sampah Menggunung Bau Menyengat!

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Parah! Gudang Bulog Bersebelahan dengan TPA di Mataram NTB, Sampah Menggunung Bau Menyengat! Doc: DPR RI
Ket. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama tim saat meninjau Gudang Bulog Mandalika, Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (11/11/2025).

JAKARTA - Komisi IV DPR RI menyoroti temuan Gudang Bulog Mandalika yang berada di samping Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Komisi IV DPR RI mengunjungi Gudang Bulog Mandalika, Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (11/11).

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto khawatir beras yang didistribusikan dari Gudang Bulog Mandalika kepada masyarakat kurang higienis. "TPA sampah itu waktu kita masuk Gudang Bulog baunya menyengat. Ini kan kurang higienis untuk beras yang disimpan di situ," kata Titiek usai rapat dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Gubernur, Rabu (12/11).

Seperti dilaporkan media DPR RI, Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan Gudang Bulog Mandalika yang dikunjungi kemarin dibangun pada era Presiden Soeharto. Namun disayangkan sekarang lokasinya bersebelahan dengan TPA sampah Sandubaya, Kota Mataram.

Ia meminta pemerintah daerah merelokasi TPA sampah Sandubaya ke tempat lain. Karena ini berkaitan dengan higienitas beras yang akan dikonsumsi masyarakat.

"Gudang Bulog itu lokasinya bersebelahan dengan TPA. Sedangkan beras itu juga untuk konsumsi masyarakat NTB. Jadi supaya diperhatikan bagaimana caranya TPA sampah itu direlokasi ke tempat yang lain," tandasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman perihal keberadaan TPA sampah di belakang Gudang Bulog Mandalika.

"Kami sangat prihatin ya, sangat kami sesalkan sekali bahwa di sebelah gudang bulog persisnya ada tempat pembuangan akhir sampah yang kami lihat sudah menggunung melebihi tembok pembatas. Nah kami harapkan ada kebijaksanaan dari pemerintah daerah untuk bisa merelokasi karena bagaimanapun yang namanya sampah itu selain menimbulkan bau ya pasti menjadi sumber dari segala hama dan penyakit," tegas Alex.

Politisi PDI-Perjuangan asal Dapil Sumatera Barat I ini menambahkan, Gudang Bulog menyimpan beras dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang cukup panjang untuk program SPHP ataupun bantuan pangan yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Jadi diharapkan untuk bisa segera ada keputusan dari pemerintah daerah untuk bisa merelokasi tempat sampah tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar mengatakan keberadaan TPA sampah Sandubaya yang bersebelahan dengan Gudang Bulog Mandalika sangat berpengaruh terhadap kualitas beras Bulog. Dia mengatakan, Bulog NTB telah bersurat ke Pemkot Mataram.

"Kami berharap nanti, kami akan koordinasi dengan Pemkot Mataram untuk dicari solusi terbaik terhadap TPA Sandubaya. Kami juga bersurat ke Pemkot Mataram, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusi terbaik untuk pengalihan TPA sampah," ungkapnya.

Mara mengungkapkan biaya perawatan beras di Gudang Bulog Mandalika menjadi lebih tinggi dengan adanya TPA sampah di sebelah. Biasanya, perawatan dilakukan empat bulan sekali tetapi sekarang sekali dalam dua bulan.

Tadinya perawatan sekali empat bulan, dengan adanya TPA di sebelah bisa bau. Baunya bisa menyebabkan hama yang paling cepat. Dengan adanya TPA perawatan dilakukan sekali dua bulan. Jadi costnya lebih tinggi lagi," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.