Warisan Alam Nusantara, Jeruk Sabalaka Topo Resmi Masuk Daftar Sumber Daya Genetik Dilindungi

Rabu, 12 Nov 2025, 16:30 WIB

TERNATE – Perlindungan sumber daya genetik menjadi kunci menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati dan ketahanan ekonomi nasional.

Sumber daya genetik- baik dari tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme—menyimpan potensi besar untuk pengembangan pangan, obat, dan industri bioteknologi.

Ket. Foto: Jeruk Sabalaka Topo masuk sumber daya genetik dilindungi, Rabu (12/11/2025). — Sumber: ANTARA/Abdul Fatah

Jika tidak dilindungi, eksploitasi tanpa izin atau biopiracy dapat menghilangkan hak kedaulatan negara atas kekayaan hayatinya. Upaya perlindungan tidak hanya mencakup konservasi di alam, tetapi juga penguatan regulasi, pencatatan sumber genetik, dan pemanfaatan berbasis pengetahuan lokal.

Dengan menjaga sumber daya genetik, Indonesia tidak hanya melestarikan warisan alam, tetapi juga memastikan nilai ekonominya memberi manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa.

Jeruk Sabalaka Topo adalah jenis jeruk buah yang menjadi ciri khas masyarakat Kota Tidore Kepulauan (Tikep), khususnya masyarakat Topo karena sudah eksis sejak 250 - 300 tahun lalu dan berpotensi hampir mengalami kepunahan.

"Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), Jeruk Sabalaka Topo masuk sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori sumber daya genetik atas permohonan Pemkot Tikep, sehingga jeruk dengan dua jenis yaitu Sabalaka Kota (Jeruk Hitam) dan Sabalaka Bulo atau jeruk putih telah resmi dilindungi negara," kata Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir dihubungi, Rabu (12/11).

Dia mengatakan bahwa sumber daya genetik adalah material genetik yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau jasad renik yang mengandung unit yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan yang mempunyai nilai nyata maupun potensial.

Maluku Utara, kata Argap, kaya akan sumber daya genetik yang tersebar di berbagai daerah patut dilindungi.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa sumber daya genetik merupakan aset berharga bagi suatu daerah dan bangsa. Serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk-produk inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Namun, tanpa pelindungan hukum yang memadai, sumber daya genetik berisiko dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Untuk itu, dirinya menggendang berbagai pemangku kepentingan, karena dibutuhkan sinergi seluruh pihak baik pemerintah daerah dan komunitas masyarakat untuk mengidentifikasi dan mencatatkan sumber daya genetik dan jenis kekayaan intelektual komunal lainnya ke DJKI Kementerian Hukum.

  • Jeruk Sabalaka

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.