PSSI Siapkan Program Pembinaan Lanjutan Tim U-17

Rabu, 12 Nov 2025, 07:40 WIB

JAKARTA – PSSI menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan pembinaan para pemain Tim Indonesia U-17 setelah tampil di Piala Dunia U-17. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, usai menyaksikan laga penutup Grup H antara Indonesia dan Honduras di Aspire Academy, Doha, Senin (10/11) malam waktu setempat.

Yunus menegaskan federasi akan menyiapkan formulasi khusus agar para pemain tetap mendapat menit bermain dan jalur pengembangan yang terukur setelah turnamen berakhir. “Akan ada program dan format yang tengah dipersiapkan Ketua Umum untuk merawat dan memelihara anak-anak ini. Kami berharap mereka tetap berada di klub dan bermain. Jika tidak berada di klub, PSSI harus menyiapkan simulasi agar jam bermain tetap terjaga,” ujarnya.

Ket. Foto: Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Fadly Fadly Alberto (tengah) berselebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Honduras U-17 pada laga Grup H Piala Dunia U17 2025 di Lapangan 2 Aspire Zone, Doha, Qatar, Senin (10/11). Indonesia menang dengan skor 2-1 dan berada di posisi ketiga dalam grup H. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Menurut Yunus, beberapa pemain diproyeksikan naik ke Tim U-20, sementara sisanya tetap harus mendapatkan wadah pengembangan berkelanjutan. “Ada 3–5 pemain yang mungkin masuk ke U-20. Sisanya tetap harus dirawat dengan baik, entah melalui klub atau program khusus PSSI,” katanya.

Di lapangan, Indonesia menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Honduras. Gol penalti Evandra Florasta dan tendangan jarak jauh Fadly Alberto Hengga memastikan tiga poin perdana Garuda Muda di ajang Piala Dunia U-17. Pada edisi 2023, Indonesia gagal mencatat satu kemenangan pun.

Namun kemenangan tersebut belum cukup untuk membawa Indonesia masuk delapan besar klasemen mini peringkat ketiga. Indonesia saat ini berada di posisi kesembilan dengan tiga poin dan selisih gol minus lima. Peluang untuk melaju ke babak 32 besar masih terbuka, namun sangat tipis.

Yunus menilai hasil undian turut mempengaruhi perjalanan tim. “Kalau lihat jadwal, mungkin ada yang bilang seandainya kita bertemu Honduras dulu, lalu Zambia, lalu Brasil, hasilnya beda. Tapi ini hasil drawing dan harus diterima. Meski begitu, anak-anak menunjukkan peningkatan di laga terakhir,” ujarnya.

Pelatih Tim U-17, Nova Arianto, menyambut kemenangan itu dengan rasa syukur. Ia menilai kemenangan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran para pemain muda. “Puji Tuhan, saya bersyukur bisa mengawal mereka di Piala Dunia ini. Dan bersyukur pula karena kami menciptakan sejarah baru: kemenangan pertama Indonesia di Piala Dunia U-17,” ujarnya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.