Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi dengan Uni Eropa dan Malaysia, ITS Dorong Ekonomi Biru Berkelanjutan

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 15:24 WIB | Oleh:
Kolaborasi dengan Uni Eropa dan Malaysia, ITS Dorong Ekonomi Biru Berkelanjutan Doc: Istimewa
Ket. Interim Meeting ke-4 dalam kegiatan Proyek SustainaBlue yang dihadiri oleh perwakilan ITS sebagai salah satu dari sebelas partner yang bertanggung jawab menyukseskan proyek tersebut.

SURABAYA - Konsorsium internasional Proyek SustainaBlue yang didanai Uni Eropa melanjutkan momentum kolaborasi dalam pertemuan penting. Proyek yang berfokus pada pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan ini menggelar Interim Meeting ke-4 di Sustainable Blue Economy Centre (SBEC) Universitas Sains Malaysia (USM), 5 - 6 November 2025.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis lanjutan dari konsorsium sebelas mitra, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), setelah pertemuan interim sebelumnya di University Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia dan Athena, Yunani. Proyek tiga tahun yang dimulai akhir November 2023 ini bertujuan untuk menciptakan model pendidikan dan implementasi praktis terkait kelautan dan keberlanjutan. 

ITS melalui perwakilan Project Manager SBEC Aunurohim dan Nengah Dwianita Kuswytasari, aktif berdiskusi selama dua hari pada pertemuan tersebut. Agenda utama pertemuan adalah laporan perkembangan dari enam Work Package (WP), sesi roundtable untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik, perencanaan strategis untuk capaian (deliverables) tahun ke-3, serta pembaruan mengenai Pemantauan, Penjaminan Mutu, dan Laporan Keuangan Proyek.

Proyek SustainaBlue merupakan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dari Indonesia (ITS, UI), Malaysia (UMT, USM), Siprus, dan Yunani, serta instansi swasta dari Eropa. “Fokus utama proyek ini adalah memperkuat pilar-pilar Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 tentang Ekosistem Lautan,” jelas Aunurohim.

Menurut dosen Departemen Biologi ITS ini, proyek tersebut secara eksplisit berkontribusi pada pencapaian keberlanjutan kelautan melalui pendidikan dan sosialisasi. Kegiatan ini mencakup sosialisasi ekonomi biru, implementasi di masyarakat luas, serta pengayaan kurikulum bagi mahasiswa melalui mata kuliah seperti Sustainable Fisheries, Exploring Marine Biotechnology, Marine Debris, dan Ocean and Ecosystem Health.

Proyek ini mengarahkan mahasiswa untuk melakukan kerja praktik dan magang di industri ekonomi biru, baik di Indonesia (contohnya PT Pandu Bina Sejahtera) maupun di Malaysia (Malaysia Aquaculture Development Association), serta mitra industri lainnya. Hal ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, proyek ini juga mendukung tercapainya SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai. Yakni dengan melakukan kolaborasi antarnegara dan institusi.

ITS bersama tiga mitra perguruan tinggi lainnya (UI, UMT, dan USM) memiliki kewajiban yang sama untuk merealisasikan seluruh deliverables dari WP1 hingga WP6 hingga akhir tahun 2026. “Diharapkan proyek ini dapat terus berkelanjutan (sustain) sesuai dengan nama dan tujuannya,” tutur Aunurohim penuh harap.

Sebagai langkah ke depan, pertemuan tatap muka Interim Meeting ke-5 direncanakan akan dilaksanakan di Universitas Indonesia (UI) pada tahun depan. Dengan rangkaian kegiatan yang lebih besar, termasuk seminar internasional dan blue career days, untuk meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap karir di sektor ekonomi biru. Masyarakat dan mahasiswa diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan mengakses sumber belajar yang telah disiapkan oleh tim SustainaBlue melalui platform registrasi: https://learning-sustainablue.eu/. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.