Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek MRT Lin Timur–Barat Siap Dibangun 2026, Hubungkan Tomang hingga Bekasi

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Proyek MRT Lin Timur–Barat Siap Dibangun 2026, Hubungkan Tomang hingga Bekasi Doc: MRT
Ket. Terowongan di area konstruksi Stasiun Monas

JAKARTA - Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Lin Timur-Barat fase 1 tahap 1 yang akan menghubungkan Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi, ditargetkan mulai dibangun pada 2026. Proyek sepanjang 24,5 kilometer ini akan menjadi salah satu infrastruktur transportasi paling strategis untuk mendukung mobilitas warga Jabodetabek.

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud mengatakan, proyek ini akan menggunakan skema pembiayaan bersama atau co-financing antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB). Menurutnya, kerja sama dua lembaga internasional ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan yang ditargetkan selesai tepat waktu.

"Pembangunan MRT Lin Timur-Barat dari Tomang hingga Medan Satria rencananya akan mulai dibangun pada 2026, dengan co-financing Japan International Cooperation Agency dan Asian Development Bank," ujar Farchad dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).

Selain jalur utama, kata Farchad, proyek ini juga mencakup pembangunan lintasan menuju depo MRT di Rorotan, Jakarta Utara, sepanjang 5,9 kilometer. Depo tersebut akan menjadi pusat perawatan dan operasional utama untuk seluruh rangkaian MRT Lin Timur–Barat.

Ia menjelaskan, proyek ini tak hanya fokus pada pembangunan jalur, tetapi juga pengembangan fasilitas penunjang untuk meningkatkan konektivitas antar moda transportasi. Akses langsung dari stasiun menuju bangunan sekitar akan disiapkan agar mobilitas masyarakat semakin efisien.

"Harapannya, kami bisa menghasilkan integrasi antarmoda dengan bangunan di sekitarnya yang pada akhirnya akan mempermudah mobilitas masyarakat di Jakarta, bahkan Jabodetabek," tutur Farchad.

Menurut Farchad, desain stasiun pada proyek Lin Timur-Barat akan dirancang lebih efisien dibandingkan tahap-tahap sebelumnya. Desain baru tersebut menekankan kemudahan akses, efisiensi energi, serta kenyamanan pengguna selama berada di area stasiun.

Ia menambahkan, proses penjajakan awal atau feasibility study proyek ini diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun sebelum pembangunan dimulai. Tahapan ini akan memastikan seluruh aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan telah siap sebelum masuk ke fase konstruksi.

Penjajakan dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Deltasari Adipratama. Kerja sama ini diawali dengan kajian pengembangan lahan di sekitar area proyek untuk mendukung konsep transit oriented development (TOD).

Pembangunan MRT Lin Timur-Barat fase pertama ini menjadi bagian dari rencana besar pengembangan jaringan transportasi publik terintegrasi di Jakarta. Dengan hadirnya lintasan ini, warga di sisi barat hingga timur Jakarta dan Bekasi diharapkan dapat menikmati moda transportasi massal yang cepat, aman, dan ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan agar proyek ini dapat menjadi tulang punggung konektivitas perkotaan bersama jalur MRT lainnya yang sudah beroperasi. Dengan demikian, sistem transportasi ibu kota akan semakin efisien dan mendukung pengurangan kemacetan secara signifikan.

Apabila berjalan sesuai rencana, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan transportasi publik modern yang terintegrasi penuh di wilayah metropolitan terbesar di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.