Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudinkes Jaktim Gencarkan Deteksi Dini Penyakit akibat Banjir

📅 Senin, 10 Nov 2025, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sudinkes Jaktim Gencarkan Deteksi Dini Penyakit akibat Banjir Doc: ANTARA
Ket. Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur Herwin Meifendy usai mengecek sampel takjil yang sudah diambil di kawasan Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2025).

JAKARTA – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur menggencarkan deteksi dini terkait pencegahan munculnya penyakit akibat musim hujan di wilayah terdampak banjir.

"Kita terus memperkuat penemuan kasus secara aktif (surveilans aktif) dan upaya deteksi dini penyakit akibat banjir di musim hujan ini," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, di Jakarta, Senin (10/11).

Deteksi dini tersebut sebagai upaya mencegah sekaligus penanganan cepat terhadap potensi penyakit menular pascabanjir.

Herwin menjelaskan pihaknya telah mengaktifkan sistem kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa (KLB) penyakit.

Melalui kegiatan surveilans aktif, petugas kesehatan di lapangan melakukan penemuan kasus secara aktif untuk mendeteksi potensi penyakit yang timbul akibat genangan air dan lingkungan yang tidak higienis.

"Kami melakukan surveilans aktif dan deteksi dini penyakit akibat banjir sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini KLB. Ini penting agar penularan bisa segera dicegah sebelum meluas," jelas Herwin.

Selain pengawasan dan deteksi dini, Sudinkes juga melakukan intervensi lingkungan berupa desinfeksi di lokasi yang terdampak banjir.

Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan lintas program dan sektor terkait, seperti Sudin Lingkungan Hidup, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), dan pihak kelurahan setempat.

"Desinfeksi lingkungan dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit, terutama di tempat-tempat umum dan rumah warga yang terendam banjir," ujarnya.

Tak hanya itu, Sudinkes Jakarta Timur juga gencar melakukan sosialisasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit pascabanjir.

Edukasi ini mencakup pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun, dan memastikan air yang digunakan sehari-hari dalam kondisi bersih.

"Upaya promosi kesehatan dalam rangka pengenalan dan upaya pencegahan penyakit akibat banjir kepada masyarakat di wilayah terdampak," ucap Herwin.

Dengan langkah-langkah tersebut, dia berharap Pemkot Jakarta Timur dapat menekan risiko penyakit menular yang kerap muncul saat dan setelah banjir.

Adapun penyakit menular yang sering muncul saat musim hujan dan banjir di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk dan Leptospirosis ditularkan melalui tikus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Mengharap Final Leo/Daniel-Fajar/Fikri, Mungkinkah?  

4 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.