Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Jutaan Pengungsi Terjebak dalam Lingkaran Setan Konflik dan Perubahan Iklim

📅 Senin, 10 Nov 2025, 09:05 WIB | Oleh:
PBB: Jutaan Pengungsi Terjebak dalam Lingkaran Setan Konflik dan Perubahan Iklim Doc: ANADOLU
Ket. Dalam 15 tahun, tempat-tempat yang saat ini menampung hampir separuh pengungsi dunia akan menghadapi paparan ekstrem guncangan iklim.

JENEWA - Jutaan pengungsi terjebak dalam lingkaran setan konflik dan iklim ekstrem, demikian pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin (10/11), mendesak KTT COP30 untuk menyediakan pembiayaan bagi mereka yang paling rentan.

UNHCR, badan pengungsi PBB, mengatakan, dalam 15 tahun, tempat-tempat yang saat ini menampung hampir separuh pengungsi dunia kemungkinan akan menghadapi paparan ekstrem terhadap guncangan terkait iklim.

"Perubahan iklim tidak hanya memperparah kerentanan yang ada -- tetapi juga memicu tren pengungsian, menciptakan risiko yang kompleks dan berlipat ganda bagi para pengungsi... membuat banyak orang tidak dapat lepas dari dampaknya," demikian pernyataan tersebut dalam sebuah laporan.

Disebutkan, guncangan iklim meningkatkan kebutuhan kemanusiaan dan memperbesar risiko pengungsian berulang.

UNHCR mengatakan, pada pertengahan 2025, 117 juta orang telah mengungsi akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan.

Dari jumlah tersebut, tiga dari empat orang tinggal di negara-negara yang menghadapi paparan bahaya terkait iklim yang tinggi hingga ekstrem, demikian menurut laporan tersebut.

Ditambahkan bahwa selama 10 tahun terakhir, bencana terkait cuaca telah menyebabkan sekitar 250 juta pengungsian internal di berbagai negara.

Kesulitan dan Kehancuran

"Cuaca ekstrem... menghancurkan rumah dan mata pencaharian, dan memaksa keluarga -- banyak yang telah melarikan diri dari kekerasan -- untuk mengungsi lagi," kata kepala pengungsi PBB, Filippo Grandi, dalam sebuah pernyataan.

"Mereka adalah orang-orang yang telah mengalami kehilangan yang sangat besar, dan sekarang mereka menghadapi kesulitan dan kehancuran yang sama lagi. Mereka termasuk yang paling terdampak oleh kekeringan parah, banjir mematikan, dan gelombang panas yang memecahkan rekor, namun mereka memiliki sumber daya paling sedikit untuk pulih," ujarnya.

UNHCR mengatakan, pada tahun 2050, 15 kamp pengungsi terpanas di dunia -- di Gambia, Eritrea, Etiopia, Senegal, dan Mali -- diproyeksikan akan mengalami hampir 200 hari tekanan panas berbahaya per tahun.

"Banyak dari lokasi ini kemungkinan besar akan menjadi tidak layak huni karena kombinasi mematikan antara panas ekstrem dan kelembapan tinggi," katanya.

Laporan tersebut menyatakan jumlah negara yang menghadapi paparan ekstrem terhadap bahaya terkait iklim diproyeksikan akan meningkat dari tiga menjadi 65 pada tahun 2040.

Ke-65 negara tersebut menampung lebih dari 45 persen dari seluruh orang yang saat ini mengungsi akibat konflik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.