Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Tiba-Tiba Melemah! Pasar Panik Menunggu Keputusan The Fed Akhir 2025

📅 Senin, 10 Nov 2025, 16:50 WIB | Oleh:
IHSG Tiba-Tiba Melemah! Pasar Panik Menunggu Keputusan The Fed Akhir 2025 Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi - Karyawan memotret layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin sore, di tengah meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed dan berlarutnya government shutdown di Amerika Serikat.

Meski sempat menguat sejak pembukaan, tekanan sentimen global dan rilis data ekonomi domestik membuat IHSG bergerak terbatas hingga akhirnya tergelincir tipis di level 8.391,24.

IHSG ditutup melemah 3,35 atau 0,04 persen ke posisi 8.391,24. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,63 poin atau 1,01 persen ke posisi 844,87.

“Secara teknikal, IHSG berada dalam fase uptrend setelah bullish consolidation,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, Nafan mengatakan pelaku pasar mencermati kelanjutan dari government shutdown (penutupan pemerintah) Amerika Serikat (AS), serta arah kebijakan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan selanjutnya di akhir 2025.

Government shutdown masih berlangsung dan menjadi yang terlama sepanjang sejarah AS, sementara itu, The Fed masih akan melangsungkan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9-10 Desember 2025 mendatang.

Dari dalam negeri, Nafan mengatakan pergerakan IHSG terpengaruh oleh rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Oktober 2025 dan data penjualan eceran per September 2025.

Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami kenaikan 6,2 basis poin (bps) menjadi 121,2 pada Oktober 2025, dibandingkan sebesar 115 pada September 2025, atau mengakhiri penurunan data IKK yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya secara beruntun.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 4,33 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 2,61 persen dan 1,71 persen.

Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,12 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu URBN, BLUE, INET, UANG, dan GLVA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DSSA, PGLI, TIRA, NAYZ, dan HDFA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.693.601 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 44,59 miliar lembar saham senilai Rp20,76 triliun. Sebanyak 371 saham naik, 281 saham menurun, dan 157 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 669,63 poin atau 1,33 persen ke 50.946,00, indeks Hang Seng menguat 407,23 poin atau 1,55 persen ke 26.649,06, indeks Shanghai menguat 21,04 poin atau 0,53 persen ke 4.018,60, dan indeks Strait Times melemah 6,00 poin atau 0,13 persen ke 4.486,24.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.