Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul Buka Lahan 123 Hektare untuk Perkebunan

📅 Senin, 10 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Bantul Buka Lahan 123 Hektare untuk Perkebunan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul -- Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta akan membuka lahan seluas 123 hektare untuk mengembangkan komoditi tanaman perkebunan di lima kapanewon atau kecamatan di daerah tersebut.

"Kita sudah punya 'deal' (sepakat) sama Kementan (Kementerian Pertanian) akan membuka lahan untuk komoditi perkebunan itu besar besaran," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai menghadiri rapat Evaluasi Progres Pembangunan Pertanian di Bantul, Senin.

Menurut dia, lahan seluas 123 hektare untuk pengembangan komoditi perkebunan tersebut akan dibuka di wilayah kapanewon Imogiri, Dlingo, Pleret, Piyungan dan Pundong.

"Itu untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Jadi, jangan sampai ada yang menganggur, lahan Bantul ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk menghasilkan pendapatan," katanya.

Dalam memilih lokasi lahan untuk perkebunan tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan langkah pengukuran pH atau tingkat keasaman tanah, untuk mengetahui komoditas perkebunan apa yang cocok pada lahan tersebut.

"Maka ini kita hadirkan dari pakar UGM untuk memberikan saran berdasarkan riset yang dilakukan jadi kampus itu kita libatkan, untuk memastikan upaya yang kita lakukan itu efektif karena dilandasi oleh ilmu," katanya.

Menurut dia, pengembangan lahan perkebunan tersebut sejalan dengan program Presiden yang menginstruksikan kepada seluruh daerah yang potensial pertanian untuk mengembalikan pertanian sebagai soko guru ekonomi Indonesia.

"Karena Indonesia di zaman dulu adalah negara agraris, kita dikaruniai alam, tanah, cuaca iklim yang cocok dengan pertanian, maka itu jangan ditinggalkan, meninggalkan itu sama saja kita bunuh diri, karena Tuhan menciptakan Indonesia itu sejak zaman dulu itu memang sebagai negara agraris," katanya.

Dengan demikian, kata dia, berangkat dari kesadaran tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah ini memiliki target pertumbuhan sektor pertanian yang sangat besar.

"Sektor pertanian di Bantul ini coba kita kembangkan tidak bertumpu pada satu dua komoditi saja, sekarang kita merambah ke komoditi perkebunan, kakau, kelapa kopyor, kelapa genjah, mete, alpukat itu komoditi perkebunan yang coba kita kembangkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.