Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPPA Ajak Muslimat NU Bersatu Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri PPPA Ajak Muslimat NU Bersatu Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Doc: Antara Foto
Ket. Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam Pelantikan Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Aceh Periode 2025-2030 yang digelar di Banda Aceh

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak seluruh organisasi perempuan, termasuk Muslimat NU di Aceh untuk ikut mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Perempuan, katanya, harus berdaya secara ekonomi terlebih dahulu sebagai salah satu cara mencegah perempuan menjadi korban kekerasan.

"Kami mengajak seluruh organisasi perempuan, termasuk Muslimat NU, untuk bersinergi memberdayakan perempuan sekaligus memberikan wadah pemenuhan hak anak, salah satunya melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI) berbasis desa, sebagai wadah kolaborasi dalam penyelesaian persoalan perempuan dan anak," kata Menteri PPPA Arifa dalam pernyataan diterima di Jakarta, Minggu.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya tidak lelah memberi edukasi kepada orang tua untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan mengawasi penggunaan gawai di rumah tangga.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Aceh Periode 2025-2030 yang digelar di Banda Aceh, dimana dia menyoroti bahwa faktor ekonomi, pola asuh dan paparan media sosial masih menjadi penyebab utama kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menteri Arifa menjelaskan bahwa RBI membuka peluang besar bagi kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga serta mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Langkah itu penting dilakukan mengingat hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, menunjukkan satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan dan satu dari dua anak pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

"Ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan luka dan trauma yang dapat mengganggu masa depan mereka. Karena itu, kita harus bergerak bersama," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Aceh Dahlia menyatakan komitmen Muslimat NU dalam pemberdayaan perempuan di tingkat desa, termasuk melalui kegiatan pengajian dan pendidikan anak.

"Ibu-ibu di desa adalah ujung tombak ketahanan keluarga. Melalui kegiatan di tingkat akar rumput, kami ingin memastikan perempuan Aceh berdaya, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, dan keluarga menjadi lingkungan yang aman serta harmonis,” tuturnya Ketua PW Muslimat NU Provinsi Aceh.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Aceh Mutia Juliana.

Dia menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan ketahanan keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.