• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dokter Jiwa Jelaskan Strat...

Dokter Jiwa Jelaskan Strategi Penanganan Stres Berat untuk Cegah Gangguan Kesehatan Mental

Minggu, 09 Nov 2025, 21:00 WIB

Samarinda - Dokter dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur memaparkan upaya penanganan stres berat, yang jika diabaikan dapat berkembang menjadi gangguan mental serius dan kini dinilai kian rentan menyerang kalangan usia muda.

"Istilah mental breakdown atau nervous breakdown yang sering didengar publik itu sebenarnya hanya sebuah istilah dalam dunia medis, bukan merupakan suatu diagnosis penyakit kejiwaan," kata dokter Ramdani di Samarinda, Minggu (9/11).

Ket. Foto: Pelayanan pasien di RSJD Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur. — Sumber: Antara

Ramdani menekankan pentingnya penanganan sesegera mungkin saat tanda-tanda stres muncul. Upaya penanganan awal dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, melalui pendekatan persuasif yang sabar dan konsisten.

"Kita harus mengantongi kunci masalahnya di mana, mungkin kita bisa bantu, misalnya menyelesaikan beberapa hal dulu," tuturnya.

Lanjut Ramdani, apabila kondisi penderita sudah menunjukkan gangguan yang besar atau sulit diajak berkomunikasi, maka bantuan profesional medis sangat dibutuhkan. Penanganan profesional bisa melibatkan dokter spesialis jiwa atau psikolog.

Salah satu metode terapi yang digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Terapi Perilaku Kognitif. Terapi ini berfokus pada apa yang dipikirkan dan dirasakan pasien, dengan tujuan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif.

"Selain terapi individual, penanganan juga bisa dilakukan melalui program komunitas atau kelompok dukungan," ucap Ramdani.

Sementara itu, imbuh dia, penggunaan obat-obatan medis akan menjadi opsi terakhir yang diambil oleh dokter berdasarkan kondisi spesifik dan tingkat keparahan yang dialami pasien.

Ia menjelaskan istilah kena mental menggambarkan kondisi di mana seorang individu sedang mengalami tekanan atau stres berat pada kejiwaan.

Stres ini dapat bereaksi secara cepat maupun terakumulasi perlahan-lahan hingga akhirnya terlihat.

Menurutnya, kondisi stres berat ini adalah ciri-ciri awal sebelum seseorang berkembang mengalami kondisi gangguan mental yang sesungguhnya dan membutuhkan diagnosis medis.

"Apabila tekanan berat ini tidak diatasi, maka dapat berkembang menjadi gangguan mental serius seperti depresi, gangguan kecemasan, bipolar, hingga gangguan psikotik," papar Ramdani.

Ia menyoroti temuan di lapangan bahwa usia individu yang mengalami tekanan mental ini justru semakin muda.

"Jadi memang banyak anak-anak muda yang terkena dampak dari kondisi stres berat ini," ujarnya.

  • Kesehatan Mental

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.